Kreatif Parenting

Kreatif Parenting is a blog that provides PARENTING Education information to Indonesian parents and families to always learn, share experiences, which are special - CREATIVE and fun
Memahami Gaya Parenting Permissif: Keuntungan dan Kerugian dalam Pembentukan Kepribadian Anak

Gaya parenting permissif adalah salah satu pendekatan dalam mendidik anak yang ditandai dengan tingkat kelonggaran yang tinggi dan sedikitnya batasan atau aturan yang diberlakukan oleh orang tua. Dalam gaya parenting ini, orang tua cenderung memberikan kebebasan yang luas kepada anak-anak mereka tanpa banyak campur tangan atau pengawasan yang ketat. Meskipun ada keuntungan dan kerugian dalam pembentukan kepribadian anak dengan pendekatan ini, penting untuk diingat bahwa setiap anak dan situasi keluarga mungkin akan merespons secara berbeda terhadap gaya parenting permissif. Berikut adalah beberapa contoh keuntungan dan kerugian dari gaya parenting permissif:

Keuntungan:

1. Kreativitas dan mandiri: Anak-anak yang dibesarkan dengan pendekatan permissif mungkin memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka sendiri dan mandiri dalam pengambilan keputusan. Mereka dapat belajar untuk mengeksplorasi dunia mereka sendiri tanpa terlalu banyak campur tangan dari orang tua.

2. Kepercayaan diri: Dalam lingkungan yang lebih bebas, anak-anak mungkin merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Mereka dapat mengembangkan rasa mandiri dan keyakinan dalam kemampuan mereka sendiri.

3. Komunikasi yang terbuka: Gaya parenting permissif dapat menciptakan suasana di mana anak-anak merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi dengan orang tua mereka. Mereka mungkin merasa lebih mudah untuk berbagi pikiran, perasaan, dan masalah mereka dengan orang tua mereka karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan dihakimi atau dikontrol dengan keras.

Kerugian:

1. Ketidakdisiplinan: Salah satu kerugian utama dari pendekatan permissif adalah kurangnya disiplin atau aturan yang konsisten. Tanpa batasan yang jelas, anak-anak mungkin tidak belajar menghargai otoritas atau mengembangkan disiplin diri yang kuat. Hal ini dapat berdampak negatif pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mereka untuk mengatur diri.

2. Kesulitan menyesuaikan diri: Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan permissif mungkin mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan sosial yang ada di luar rumah. Mereka mungkin tidak terbiasa dengan batasan dan struktur yang ada di sekolah, masyarakat, atau lingkungan sosial lainnya.

3. Keamanan dan kesehatan: Ketika tidak ada batasan yang jelas terkait perilaku dan keputusan, anak-anak dapat menghadapi risiko keamanan dan kesehatan yang lebih tinggi. Misalnya, mereka mungkin cenderung mengambil risiko yang tidak perlu atau menghadapi kesulitan dalam menjaga kebiasaan hidup sehat.

4. Perasaan tidak aman: Meskipun anak-anak dapat merasa bebas dalam lingkungan permissif, mereka juga mungkin mengalami ketidakamanan dan kebingungan karena kurangnya panduan atau batasan yang jelas.

5. Rendahnya tanggung jawab: Dalam gaya parenting permissif, anak-anak mungkin kurang belajar tentang tanggung jawab pribadi dan konsekuensi dari tindakan mereka. Tanpa adanya batasan yang jelas, mereka mungkin tidak merasa bertanggung jawab atas tindakan mereka, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan kepribadian dan kemandirian mereka. Setiap pendekatan parenting memiliki kelebihan dan kelemahan, dan tidak ada satu pendekatan yang sempurna untuk setiap situasi. Orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kepribadian unik anak mereka serta membangun keseimbangan yang sehat antara kebebasan dan batasan yang sesuai.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.