Home Indonesian Permasalahan Tumbuh Kembang Pada Anak Kembar

Permasalahan Tumbuh Kembang Pada Anak Kembar

809
0

Alex dan Alexa adalah saudara kembar yang berumur 7 tahun saat masuk sekolah dasar. Alex lahir pertama kemudian disusul Alexa lahir berikutnya. Pada saat awal masuk sekolah permasalahan mereka belum begitu terlihat. Guru dan teman menganggap mereka sama dengan anak kembar pada umumnya. Mereka berdua sangat lucu, kompak, serasi dan selalu berdua saat bermain. Banyak teman sekelas yang senang dengan mereka berdua. Namun setelah satu semester bejalan. Mulai muncul beberapa keluhan dari teman dan guru kelas akibat perilaku dari Alex.

Perilaku Alex sangat agresif terhadap teman temannya. tanpa sebab yang jelas tiba tiba memukul teman sekelasnya. Kemudian berpindah kekelas yang lainnya. Alex mematahkan kacamata temannya saat jam istirahat. Alex menyobek buku catatan temannya ketika tidak boleh meminjamnya. Alex menendang perut teman ketika tidak diberi kue yang di inginkannya. Setiap jam istirahat selalu ada kejadian yang dilakukan Alex. Sehingga Alex sangat terkenal di level kelas satu karena perbuatannya tersebut.

Dalam kegiatan belajar dikelas Alex sering tertinggal pelajaran. Karena tidak selesai saat menulis tugas dipapan tulis. Ketika hendak dihapus guru, Alex marah marah karena belum selesai. Saat tugas berhitung dan membaca, Alex mengalami kesulitan untuk menjumlah angka sederhana. Alex juga tidak percaya diri ketika dapat tugas untuk membaca. Alex membaca dengan sangat pelan dan banyak huruf yang dibaca dengan salah. Mereka membandingkan perilaku Alex dengan saudara kembarnya Alexa yang sangat berbeda seperti bumi dan langit.

Bagaimana Perilaku Tersebut Bisa Terjadi?

Alex dan Alex adalah anak kembar tidak identik (kembar fraternal) pada kasus kembar tidak identik lebih banyak terjadi dibandingkan kembar identik. Kembar tidak identik terjadi saat dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma. Pasangan kembar fraternal tidak memiliki gen yang sama, sehingga terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda (perempuan dan laki-laki) serta wajah yang berbeda pula. Di dalam rahim, kembar tidak identik juga memiliki plasenta masing-masing.

Studi yang dilakukan para peneliti di Georgia State University, Atlanta, Amerika Serikat menunjukkan bahwa gerakan tubuh, seperti menujuk atau melambai, berbicara, emosi pada anak kembar, perkembangannya jauh lebih lambat dibandingkan anak biasa. Dalam berbicara, penggunaan bahasa juga cenderung tertinggal pada anak kembar. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, sebab, kata Ozcaliskan, anak perempuan cenderung memiliki kinerja lebih baik daripada anak laki-laki.

Setelah menerima informasi dari beberapa sumber. Tim pendamping kemudian melakukan konfirmasi terhadap data tersebut dengan melakukan observasi dan diagnose secara menyeluruh. Dari hasil observasi selama satu bulan didapatkan data sebagai berikut:

1. Kemampuan kognitif Alex dibawah teman sebayanya. Alex membutuhkan waktu lebih lama untuk menanggapi, memahami, serta menelaah informasi. Alex sulit memahami pengetahuan baru dalam menganalisa tugas belajar.

2. Alex kurang bisa memahami intruksi dan arahan yang diberikan guru atau orang lain.

3. Alex kurang dapat menyelesaikan tugas dengan teliti dan kurang menaruh perhatian pada kwalitas hasil kerjanya.

4. Alex kurang memperhatikan keteraturan pada pola yang urut.

5. Alex kurang mampu mengendalikan emosinya. Terlihat potensi agresif dalam melakukan tindak kekerasan yang spontan.

6. Sikap agresi yang sering dilakukan disebabkan karena gangguan emosi yang dialaminya. Hal ini berdampak pada kecenderungan perilaku kompulsif yang mengarah pada tindakan agresi memukul dan menyerang orang lain.

7. Alex kurang bisa mengendalikan diri dan tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatannya.

8. Alex dan Alexa memiliki karakter berbeda satu sama lain. Alexa lebih baik dibandingkan saudara kembarnya Alex.

9. Perbedaan perilaku Alex memicu banyak permasalahan bagi kembarannya untuk mengatasi persaingan konstan.

10. Lingkungan dikeluarga dan sekitarnya sering membandingkan hal yang baik dan buruk dari keduanya sehingga menghambat tumbuh kembang mereka secara normal.

11. Alexa mampu tumbuh berkembang dengan baik dan berprestasi dikelasnya. Sedangkan Alex mengalami banyak permasalahan dalam proses belajar.

Bagaimana Membantu Permasalahan Alex Dan Alexa?

Untuk membantu permasalahan Alex dan Alexa kita mulai dari keluarga dan kedua orang tuanya. orang tua harus mampu membiasakan diri untuk bersikap adil terhadap kedua anaknya. Meskipun faktanya Alexa lebih baik potensinya dibandingkan Alex. Kedua orang tua wajib menghargai potensi kedua anaknya dengan baik. Berikan perhatian sesuai dengan kebutuhan masing masing. cukupi kebutuhan nutrisi dari makanan halal bergizi seperti ikan, sayur, buah buahan dan susu. Kurangi konsumsi daging dan makanan siap saji yang dapat memicu sifat agresifitas semakin meningkat.

Stimulasi kemampuan kognisi, emosional dan spiritual dengan rutin berlatih mendengarkan dan membaca Al Quran saat sholat lima waktu. Begitu pula ketika beraktitas sebelum tidur dan saat bangun diawali dengan membiasakan mendengar dan membaca Al Quran.

Dukung Alex dan Alexa dengan memberikan contoh secara konkrit tentang perbedaan yang sedang dihadapinya. Seperti saling menghormati kekurangan dan kelebihan masing masing. Bahwa perbedaan yang sedang mereka alami adalah anugrah dari Allah SWT.

Ketika Alex dan Alexa bisa berdamai dengan perbedaan yang mereka miliki. Maka potensi tumbuh kembang dalam belajar akan optimal sesuai dengan kebutuhannya masing masing.

Previous articleFakta Hubungan Trauma & Otak : Membantu Anak Menyembuhkannya
Next articleGejala Kena Mental Pada Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here