Home Health Fakta Hubungan Trauma & Otak : Membantu Anak Menyembuhkannya

Fakta Hubungan Trauma & Otak : Membantu Anak Menyembuhkannya

813
0

Menghadapi trauma otak baik berat ataupun ringan tetap membutuhkan penanganan khusus sesuai dengan tingkatannya.

Hubungan Trauma & Otak: Membantu Anak Menyembuhkannya

Hubungan trauma dan otak: membantu anak menyembuhkannya adalah sebuah fakta yang memang saling berkaitan. Untuk itu perlu diketahui apa saja fakta yang berhubungan dengan semua hal tersebut dan mengatasinya dengan baik. Ada beberapa fakta terkait hal tersebut, yaitu:

1. Definisi Trauma Otak

Trauma otak merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami sesuatu yang berhubungan dengan kepala atau otak dan mengalami sedikit trauma karena suatu penyebab. Dan biasanya trauma otak pun juga memiliki tingkat keparahannya, tergantung dari penyebabnya. Bahkan, trauma otak juga bisa diklasifikasikan berdasarkan tingkat keretakan tengkorak kepala.

Orang yang mengalami trauma kepala akan berpengaruh pada trauma otak, seberapa besar pengaruhnya tergantung dari seberapa parah trauma kepala tersebut.

2. Penyebab Trauma Otak

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya trauma kepala dan trauma otak. Yang paling sering terjadi adalah karena terkena benturan ataupun jatuh. Bisa juga karena terkena sesuatu benda ke kepala, seperti dipukul ataupun benda tajam. Sehingga, terjadi syok ataupun pendarahan itulah yang menjadikan trauma otak.

3. Umur Penderita Trauma Otak

Pada dasarnya, orang-orang yang sering mengalami trauma otak adalah berumur bayi hingga anak balita dan usia 15 hingga 24 tahun, bahkan di atas umur 75 tahun atau lansia. Semua itu berpotensi mengalami trauma otak berat ataupun ringan. Salah satunya anak-anak, Hubungan trauma dan otak: membantu anak menyembuhkannya harus diketahui dengan jelas.

4. Gejala yang Ditimbulkan

Ada beberapa gejala yang ditimbulkan untuk mengetahui bahwa seseorang mengalami trauma otak. Khususnya pada anak, gejala yang terjadi disesuaikan juga dengan tingkat keparahan. Yang paling umum, gejala dari trauma otak ringan saja juga bisa menimbulkan kehilangan kesadaran sementara.

Ada beberapa gejala lain yang juga perlu diketahui, bagi orang tua yang sedang mengasuh anak selama pandemi Coronavirus juga perlu mengantisipasi semua gejala tersebut. Diantaranya adalah pusing, gangguang perilaku, gangguan tidur, gangguan emosional dan yang lebih parah adalah sampai mual, muntah ataupun kejang.

5. Cara Menyembuhkan

Mungkin untuk kategori trauma ringan, cara menyembuhkannya masih bisa dilakukan sendiri tapi atas petunjuk dokter setelah berkonsultasi. Trauma otak ringan biasanya hanya perlu obat-obatan seperti untuk sakit kepala dan sejenisnya. Selain itu, perlu ada peninjauan atau pengecekan berkala untuk beberapa kasus trauma otak ringan.

Ketahui dulu kategori dan penyebabnya. Namun, untuk kategori berat sudah pasti harus melalui penanganan dokter bahkan harus melakukan perawatan yang intensif. Karena, bisa berakibat fatal jika tidak dilakukan pengobatan khusus.

6. Hal yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Untuk pencegahan terjadinya trauma otak berat ataupun ringan, sudah pasti ada hal yang harus dilakukan terutama di rumah sebagai tempat andalan setiap anak bersama orang tuanya, anak-anak perlu dibiasakan untuk bergaya hidup yang sehat dan tidak berlebihan. Misalkan saja menggunakan perlengkapan perlindungan dan keselamatan saat melakukan beberapa kegiatan khusus seperti olahraga, ataupun mengendarai sepeda ataupun motor.

Selain itu, selalu mengonsumsi yang sehat dan bergizi agar tubuh bisa selalu fit dan otak pun berkembang dengan baik. Jangan lakukan sesuatu yang di luar kemampuan sendiri tanpa latihan apapun.

Berdasarkan semua fakta tersebut, Hubungan trauma dan otak: membantu anak menyembuhkannya juga bisa diketahui dengan jelas. Jika semua dilakukan dengan baik sesuai dengan fakta dan ketentuan yang sudah dijelaskan.


Previous articleJangan Panik, Berikut 8 Cara Membantu Anak Menyelesaikan Peristiwa Traumatis
Next articlePermasalahan Tumbuh Kembang Pada Anak Kembar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here