Home Indonesian Tips Mengasuh Anak Selama Pandemi Coronavirus yang Baik dan Benar

Tips Mengasuh Anak Selama Pandemi Coronavirus yang Baik dan Benar

48
0

Mengasuh anak selama pandemi coronavirus memang harus dilakukan lebih ekstra agar tidak memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan mental anak. Jika salah hak tersebut justru akan membuat anak menjadi stres.

Pada masa pandemi COVID-19 telah membuat orang tua cemas dan khawatir dalam mengasuh anak selama pandemi coronavirus. Banyak anak lebih rentan terhadap stres karena harus selalu berdiam diri di rumah, mereka tidak bisa bermain dengan teman maupun pergi ke sekolah.

Hal tersebut dapat menjadi pemicu stres yang dihadapi orang tua selama COVID-19 dan stres dan kecemasan pada anak. Sekarang ini di tengah-tengah virus corona yang semakin menjamur, orang tua harus bekerja ekstra untuk mengatasi ketakutan dan stres pada anak sehingga mereka bisa merasakan aman dan nyaman.

Tips Menerapkan Pola Asuh Terhadap Anak Selama Masa Pandemi

Menghadapi krisis COVID-19, Anak-anak jauh lebih rentan untuk mengalami gangguan kecemasan coronavirus : mengatasi stres, dan kecemasan. Agar bisa menghindari hal tersebut berikut ini adalah tips untuk mengasuh anak selama pandemi coronavirus :

1. Memastikan Kebahagiaan Diri Sendiri

Orang tua terkadang sangat fokus sekali untuk merawat anak sehingga sering melupakan kebahagiaan diri sendiri. Pada hal kondisi orangtua yang lebih bahagia dan terbebas dari stres, maka kebahagiaan tersebut juga akan menular kepada anak. Orangtua terlebih dahulu dapat melakukan aktivitas yang positif untuk membantu mereka lebih bahagia dalam memulai hari.

2. Tenang dan Jangan Memberikan Hal – hal Negatif

Emosi tidak akan pernah memiliki batasan, setara dengan virus perasaan emosi ini dapat menyebar kepada orang lain. Misalnya, terlalu cemas ketika bayi kita tidak berhenti menangis, panik, ketakutan, dan membagikan hal-hal yang negatif di media sosial, bahkan orang yang jauh sekalipun bisa terpengaruh dan takut hanya dengan membaca hal yang negatif dan sudah dibagikan tersebut.

3. Jangan Konsumsi Berbagai Informasi Secara Berlebihan

Orang tua harus bisa memberikan kendali terhadap berbagai informasi-informasi yang akan diterima sehingga bisa membantu anak menyelesaikan peristiwa traumatis yang sedang dialaminya. Pilih dengan teliti dan hati – hati apa yang harus ditonton oleh anak, baca dan di dengarnya. Jika hal tersebut bisa mengakibatkan kepanikan kepada anak maupun anda, maka harus segera berhenti untuk mengonsumsinya.

4. Membiarkan Anak Membuat Keputusan Sendiri

Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah duduk bersama dengan anak dan jelaskan kepada mereka dengan apa yang sedang terjadi. Jelaskan kepada mereka tentang perkembangan virus corona yang terjadi di luar sana. Hal ini nantinya akan memiliki hubungan trauma dan otak : membantu anak menyembuhkan ketakutan, kecemasan dan stres yang ada di diri mereka.

Selain itu orang tua wajib untuk menanyakan pendapat anak tentang apa yang harus dilakukan mereka, jawaban yang diberikan anak tersebut bisa membuat orang tua nantinya mendapatkan ide yang baru dalam mengasuh anak ketika harus selalu berada di rumah.

5. Lakukan Hal – hal yang Memang Disukai

Salah satu perangkat kesehatan mental coronavirus adalah melakukan berbagai hal yang sebelumnya tertunda karena tidak memiliki banyak waktu maupun tenaga. Misalnya, jika orang tua ingin belajar memasak, merajut, melukis dll, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukannya bersama-sama dengan anak.

Setiap merasa khawatir karena keadaan di masa pandemi seperti sekarang ini maupun pada saat sedang membantu anak-anak belajar daring, anda dapat menarik nafas dan ingat walaupun situasi sedang tidak baik-baik saja, selalu lakukan berbagai hal yang bersifat positif sehingga nantinya anak juga bisa ikut berperilaku positif juga.

Misalnya sebelum membantu anak belajar terlebih dahulu orang tua bisa mencari tips latihan kebugaran di rumah : berolahraga tanpa GYM dan lain sebagainya yang menjadi minatnya.

Ciri – Ciri Anak Mengalami Stres atau Depresi yang Wajib Diketahui

Kita hidup berdampingan dengan virus yang satu ini sudah hampir satu tahun, ternyata hal ini memberikan dampak yang buruk untuk anak-anak yang ada di Indonesia. Salah satu dampak yang paling buruk dan sering dialami oleh anak yaitu stres dan depresi, tetapi terkadang orang tua sering tidak menyadarinya dan sering bertanya-tanya kenapa bayi menangis ? Bisa saja hak tersebut karena dia sedang mengalami stres dan melupakannya dengan menangis.

Berikut ini adalah perilaku-perilaku yang bisa menunjukkan jika anak sedang mengalami stres atau depresi:

1. Mempunyai Pola Makan yang Berubah

Anak yang biasanya sangat suka memakan segala jenis makanan tanpa pilih-pilih dan dalam waktu yang singkat anak lebih pemilih terhadap makanan yang ingin dikonsumsi. Hal ini merupakan salah satu tanda anak sedang mengalami stres.

2. Mudah Marah dan Cranky

Hal ini dapat dilihat dari ketika anak bermain dan tidak bisa melakukan misi dalam permainan tersebut, maka dia akan marah-marah dan bisa juga pada saat kalah dalam sebuah permainan dan langsung membanting atau merusak mainan yang sedang digunakan. Contoh yang lainnya adalah ketika anak meminta untuk mandi, merapikan tempat tidurnya dan lainnya tidak mau melakukannya.

3. Pola Tidur yang Dimilikinya Berubah

Waktu tidur anak berubah menjadi terbalik, ketika malam hari anak terus rewel dan tidak bisa tertidur dan ketika pagi hari baru mulai tertidur, selain itu anak menjadi lebih sering tidur dan mempunyai durasi tidur lebih besar.

4. Kekurangan Motivasi

Pada saat anak terlalu lama belajar menggunakan sistem online di rumah, lebih rentan untuk menurunkan motivasi dalam dirinya untuk mau belajar. Misalnya anak ketika mulai bersekolah malas dan tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan sekolah.

Tips Mengatasi Stres Pada Anak di Rumah

Selain mengasuh anak selama pandemi coronavirus yang harus dilakukan dengan tepat, orang tua juga harus tahu cara mengatasi stres pada diri anak, misalnya :

1. Ajak Anak Berolahraga

Olahraga bisa membantu untuk memproduksi hormon endorfin yang ada di dalam tubuh yang bisa membantu membuat suasana hati jauh lebih baik, sehingga nantinya gejala depresi dan juga kecemasan bisa reda. Orangtua bisa mengajak anak yoga, bersepeda atau berjalan kaki di sekitar kompleks rumah.

2. Konsumsi Berbagai Makanan Bergizi

Makanan ini bisa membantu dalam meringankan stres terutama makanan yang mengandung gizi yang baik, sebab bisa membantu memberikan nutrisi pada otak agar tidak mudah stres. Konsumsi makanan yang banyak memiliki kandungan vitamin D, daging merah, vitamin C dll. Vitamin C bisa membantu mencegah kerusakan oksidatif pada sistem saraf sehingga bisa lebih mampu mengurangi stres fisik dan psikologis.

3. Tidur yang Cukup dan Tepat Waktu

Terdengar sepele ternyata tidur memiliki peran yang sangat besar dalam mengelola stres dan juga depresi. Jika kita memiliki pola tidur yang cukup, maka tubuh tidak akan cepat merasa lelah. Bukan hanya itu saja tetapi harus menerapkan pola tidur tepat waktu, ketika kita mempunyai kualitas tidur yang baik maka saat terbangun di pagi hari akan merasa lebih segar dan produktif. Hal ini bisa membuat seseorang menjadi lebih optimal dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Previous articlePenyebab Anak Hobi Membolos Dari Sekolah
Next articleApa Saja Stres Yang Dihadapi Orang Tua Selama COVID-19 Dan Cara Mengatasinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here