Home Indonesian Terapi Wicara Untuk Autisme

Terapi Wicara Untuk Autisme

76
0

tumbuh kembang seorang anak sangat tergantung pada kondisi saat ibu hamil. Kondisi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya. Lingkungan disekitar sangat dipengaruhi oleh perilaku orang yang hidup dilingkungan tersebut. Jadi ada beberapa factor yang mempengaruhi kondisi bayi saat tumbuh dan berkembang menjadi seorang anak yang sehat.

Anak yang sehat jasmani dan rohani ini sangat dipengaruhi kondisi seorang ibu jauh sebelum mengalami kehamilan. Saat calon ibu memilih pasangan hidup seorang suami untuk menikah dan berkeluarga. Kondisi calon suami ini juga sangat berpengaruh terhadap kondisi anak yang akan dilahirkan nanti. Karena itu untuk mendapatkan seorang anak yang benar benar berkwalitas harus diawali dengan menentukan pilihan yang terbaik untuk menjadi suami dan ayah bagi anak anak.

Faktanya tidak semua anak dilahirkan dengan kondisi normal. Kita mengenal anak dengan gangguan syaraf yang dikenal dengan Autism spectrum disorder (ASD) atau yang lebih sering disebut autism. Anak dengan autism ini mengalami gangguan perkembangan syaraf sejak usia dini. perkembangan bahasa dan kemampuan seorang anak untuk berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku. Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan kemampuan bicara, komunikasi dan sosialisasi anak mengalami permasalahan. Hingga saat ini, penyebab autisme belum diketahui secara pasti.

Bagaimana orang tua membantu anak autism berkomunikasi ?

Ada beberapa cara dalam membantu anak autism dalam berkomunikasi. Orang tua bisa melakukan terapi keluarga, terapi perilaku atau terpai wicara. Terapi wicara ini dapat dilakukan orang tua dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak saat komunikasi . Ini dapat membantu orang dengan autisme meningkatkan komunikasi verbal, nonverbal, dan sosial mereka. Tujuan keseluruhannya adalah untuk membantu anak tersebut berkomunikasi dengan cara yang lebih berguna dan fungsional. Orang tua dapat melakukan treatment dan stimulasi, orang tua dapat melakukan latihan gerakan oral sederhana di rumah. Misalnya, dengan stimulasi sensoris otot di daerah mulut salah satunya dengan memijat bagian luar pipi dan mulut atau menggunakan sikat gigi untuk menstimulasi bagian dalam mulut. Selain itu untuk melatih gerakan otot mulut dapat dilakukan dengan menguyah permen karet, latihan meniup balon, minum memakai sedotan, senam gerakan otot mulut dan beberapa lainnya untuk menstimulasi otot mulut.

Terapi wicara ini dilakukan dengan pendampingan tenaga ahli. Orang tua harus mau belajar dan melakukan praktek secara langsung dengan terpis yang dipercaya. Sebagai panduan untuk melakukan terpi wicara, orang tua harus melihat hasil diagnosa dan observasi psikologi. Dari hasil data tersebut, orang tua dapat memetakan kondisi anak saat itu. Dengan mengetahui secara tepat kondisi anak autism ini maka terapi wicara bisa dilakukan dengan efektif, efisian dan hasil yang maksimal. Kondisi orang tua yang belum siap melihat hasil diagnose anaknya mengalami autis akan memperburuk kondisi anak saat melakukan terapi wicara.

Jadi siapkan pikiran,siapkan hati dan focus pada anak saat orang tua melakukan terapi wicara ini. Apapun hasil akhirnya, jangan pernah putus asa untuk membantu dan mendampingi anak kita agar dapat hidup dengan baik dan mampu berkomunikasi dengan lingkungannya. Tidak ada terapis terbaik didunia ini kecuali kedua orang tuanya yang langsung membantu anak. Tanpa keterlibatan orang tua dalam terapi wiacara dapat menurunkan semangat anak untuk terus belajar dan berusaha. Semangat yang kuat ini menjadi kunci terapi wicara bisa berjalan dengan berkesinambungan dan terus menerus.

Previous articlePembelajaran Jarak Jauh Penyebab Mental Hectic
Next articleKekuatan Hantu Tangan Merah | Kasus Anak Indigo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here