Home Anxiety Socialphobia Saat Pandemi Covid19

Socialphobia Saat Pandemi Covid19

60
0

Kondisi hari ini banyak orang merasa takut keluar rumah. Tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, tidak mau pergi ketempat ramai, tidak mau antri berkerumun, tidak mau belaja di mall bukan karena takut bertemu dengan seseorang atau takut pada tempatnya. Ketakutan berinteraksi ini lebih dominan karena banyaknya informasi diterima seseorang dimedia social. Informasi yang menakutkan ini berisi tentang virus yang bisa membunuh manusia dengan waktu yang singkat. Informasi yang sangat massif ini mempengaruhi pikiran orang yang membacanya berkali kali. Kondisi seperti ini saya sebut dengan istilah media social hypnosis. Kebanyakan orang dengan sangat mudah terpengaruh dengan informasi yang tersebar di media social ini. Sehingga media social bisa menjadi salah satu penyebab dari maraknya penyakit mental yang disebut dengan social phobia.

Saat gangguan social phobia muncul menjadi kecemasan sosial sebagai bentuk gangguan mental yang tidak bisa dipisahkan antar gejala kecemasan sosial dan sosial phobia, ada sedikit perbedaan yang bisa kita amati. Yang pertama mengacu pada ketakutan dan kecemasan yang dialami selama interaksi sosial, sedangkan yang kedua mencakup ketakutan dan ketidakamanan yang terkait dengan ruang publik. Apa yang dialami penderita kecemasan sosial disebut juga sebagai kecemasan interaksi sosial. Kita lihat bahwa seseorang dengan social phobia sering menderita kecemasan ketika mereka bertemu dengan orang baru. Secara umum penderita gangguan kecemasan social disebabkan karena sosialisasi komunikasi langsung. Sedangkan social fobia terjadi ketika sesorang dalam situasi merasa tidak nyaman dan cemas saat berada ditempat umum.

Bagaimana kondisi saat ini?

kondisi takut saat saat ini sudah menyebar dengan cepat di masyarakat, selanjutnya ada salah satu cara dan saran pencegahan yang disebut isolasi mandiri. Isolasi mandiri ini tujuan awalnya adalah untuk mencegah penyebaran virus yang berkembang secara cepat, namun kenyataannya tetap saja pandemic ini tidak bisa dihindari. Solusi isolasi mandiri ini memiliki dampak bermacam macam, mulai dari pendidikan, usaha, industry, politik, budaya dan social. Yang juga mengkhawatirkan adalah dampak secara mental pada seseorang yang melakukan isolasi mandiri. Tujuan utama isolasi mandiri adalah menghindari kontak dengan manusia lain agar mencegah penyebaran virus. Namun semakin orang melakukan isolasi mandiri, orang tersebut malah tidak bisa mandiri.

Kenapa Socialphobia bisa terjadi ?

Saat seseorang mengisolasi diri, secara langsung orang tersebut akan terbatas aktifitasnya. Mulai dari bekerja harus dari rumah, olah raga dari rumah, belanja dari rumah, makan dan minum dari rumah. Maka untuk mensupport kehidupan seseorang yang melakukan isolasi mandiri, sangat dibutuhkan support dari orang lain. Kebutuhan sehari hari seperti belanja, makan dan minum harus ada orang yang mengantar kerumah, sehingga semakin banyak kebutuhan semakin banyak orang yang datang kerumah untuk mengantarkan belanja, makanan, minuman, vitamin, obat obatan, dan seterusnya. Sehingga dapat disimpulkan semakin orang melakukan isolasi mandiri, maka orang tersebut semakin tidak mandiri karena semakin banyak membutuhkan bantuan orang lain untuk mensupport kebutuhan hidupnya selama isolasi mandiri tersebut.

Jadi bagaimana kita menghadapi social phobia ?

Harus ada mental yang kuat dan keberanian yang hebat untuk menghadapi kondisi hari ini. Tetap berpikir positif dengan menggunakan akal sehat menjadikan seseorang yang mengalami social phobia bisa memahami kondisi yang sebenarnya. Tidak hanyak hidup dalam pikirannya sendiri, hidup dalam perasaannya sendiri, hidup dalam persepsinya sendiri. Seseorang dengan kondisi seperti menyebabkan perilaku social phobia yang tidak kunjung menemukan solusi. Treatment terbaik yang dapat dilakukan seseorang dengan social phobia adalah keluar dari perasaan takut, perasaan cemas, perasaan gelisah, dan melatih diri untuk selalu berpikiran positif terhadap apapun yang sedang dihadapi. Baik itu permasalah yang kecil, sedang maupun besar, semuanya akan dapat diselesaikan dengan perasaan tenang, damai dan bahagia. Tidak ada sesuatu apapun dibumi dan dilangit yang bisa membahaya diri kita kecuali pikiran kita sendiri yang menciptakan bahaya itu.

Previous articleApa itu childhood onset fluency disorder?
Next articleIdiopathic Hypersomnia | Penyebab dan Solusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here