Home Indonesian Rumus Matematika Anak Perfeksionis Yang Jenius

Rumus Matematika Anak Perfeksionis Yang Jenius

70
0

Gaya belajar setiap anak berbeda beda sesuai dengan karakter setiap anak. Dalam belajar, setiap anak memiliki kesenangan yang berbeda saat mengikuti materi pelajaran. Menurut Howard Gardner ada sembilan gaya belajar anak sesuai dengan tingkat kecerdasan dan kegemarannya. Bila kita mengamati secara langsung saat melihat anak belajar dikelas, diluar kelas maupun dirumah maka setiap anak memiliki keceradasan yang uniq. Bahkan gaya belajarnya tidak terdapat dalam teori kecerdasan majemuk Howard Gardner.

Pada kasus berikut ini permasalah yang akan kita bahas adalah kondisi perkembangan mental Alex. Dia merupakan anak jenius dengan semangat belajar yang tinggi pada pelajaran matematika. Namun dalam proses perkembangan belajarnya, Alex mengalami permasalahan yang cukup kompleks. Pada awalnya Alex sangat senang sekali dengan pelajaran matematika. Dia sangat cocok dengan gaya mengajar gurunya yang disiplin, menyenangkan dan dekat dengan murid. Ketika materi pelajaran, guru dan teman mendukungnya maka perkembangan kemampuan Alex bisa berkembang maksimal.

Permasalahan kemudian muncul saat semester kedua. Nilai pelajaran Alex mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari beberapa pelajaran semua nilai mengalami penuruan. Yang lebih mengejutkan adalah penurunan nilai matematika yang sangat jelek. Melihat kondisi tersebut guru dan orang tua merasa heran, bingung bagimana hal tersebut bisa terjadi pada Alex. Padalah dia adalah anak yang sangat pandai dan selalu mendapatkan nilai sempurna pada semua pelajaran khususnya materi matematika.

Apa yang menyebabkan nilai matematika Alex menjadi jelek?

Seperti penanganan kasus sebelumnya, untuk mencari penyebab terjadinya perubahan perilaku tertentu wajib kita tegakkan diagnose yang valid, akurat, obyektif dan dapat dipercaya. Karena itu pertama yang harus dilakukan guru dan orang tua adalah bekerjasama dengan tenaga ahli untuk membantu permasalahan tersebut. Dari hasil diagnosa dengan observasi psikologis maka diperoleh data sebagai berikut;

1. Alex sering terlihat sedih dan murung saat masuk sekolah

2. Alex terlihat sangat ketakutan ketika pelajaran matematika akan dimulai

3. Alex terlihat ragu ragu saat pelajaran metematika sedang berlangsung

4. Alex mulai geliasah, cemas dan menangis saat pelajaran matematika

5. Alex adalah anak yang sangat ditunggu kedua orang tua, karena proses mendapatkannya sangat sulit dan panjang. Kedua orang tua harus melewati tiga kali program bayi tabung namun gagal. Pada program keempat Alhamdulillah akhirnya berhasil.

6. Segala kebutuhan Alex dipenuhi secara maksimal oleh kedua oran tuanya.

7. Alex tergolong anak dengan kecerdasan yang tinggi

8. Alex memiliki kemampuan mengerjakan sesuatu dengan sistematis dan sangat berhati hati

9. Alex tergolong anak yang perfeksionis, disiplin, tertib dan sangat taat pada aturan

10. Alex memiliki kreatifitas yang bagus sehingga mudah menghasilkan sesuatu yang baru saat menghadapi pelajaran.

11. Alex sangat teliti serta menaruh perhatian pada kwalitas tugas yang dikerjakannya

12. Aelx sangat senang dengan kerapian, kebersihan seragam, buku dan tas

13. Alex mengalami koflik dengan guru dikelas saat mengerjakan pelajaran matematika

14. Alex mengalami perbedaan pendapat dengan guru privat saat belajar dirumah

15. Konfik yang dialami Alex disebabkan perbedaan cara mengerjakan rumus matematika yang diajarkan guru disekolah, guru privat dirumah dan dengan ayahnya.

16. Koflik bertambah parah karena tidak ada solusi untuk Alex. Dia hanya diam karena tidak mampu menjelaskannya.

17. Dalam buku harian Alex, ditemukan tulisan berbunyi “AKU MARAH, AKU CAPEK, AKU TIDAK SUKA”

Dari beberapa data yang telah diperoleh dari observasi psikologis maka kita segera memberikan bantuan kepada Alex, orang tua dan gurunya.

Bagimana solusi yang tepat untuk Alex?

Kunci permasalahan dalam kasus diatas adalah perbedaan persepsi antara Alex, orang tua dan guru. Kita membuat jadwal untuk melakukan diskusi bersama antara Ale, orang tua dan guru.

Dalam pertemuan itu kita bisa mengurai dari sumber persoalan yang ada dengan berdiskusi santai. Komunikasi yang baik sangat menentukan permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik atau tidak.

Yang pertama kita uraikan adalah penjelasan pelajaran matematika materi 1 yang diterangkan oleh guru. Bila guru mengerjakan matematika materi 1 menggunakan rumus matematika dengan cara A maka guru juga memberikan penjelasan bahwa boleh menggunakan cara yang lain dengan syarat mengerjakannya benar, logika matematikanya sesuai dan jawabannya benar.

Kedua kita uraikan persepsi dari guru privat bila mengerjakan matematikan materi 1 menngunakan rumus dengan cara B maka guru privat juga harus menjelaskan ke Alex bahwa diperbolehkan menggunakan cara yang lain dengan syarat mengerjakannya benar, logika matematikanya sesuai dan jawabannya benar.

Ketiga kita uraikan ketakutan yang dialami Alex karena ada perbedaan pendapat dengan ayahnya. Kita diskusi dengan ayahnya agar mau membuka diri untuk menerima perbedan dengan Alex. begitu pula dengan Alex, kita minta dia untuk bisa menerima pendapat ayahnya. perbedaan antara ayah dan anak perfeksionis ini adalah point terpenting dalam menghilangkan perasaan takut dalam diri Alex.

Apabila komunikasi dua arah dengan beberapa orang diatas dilakukan dengan baik dan jelas maka persepsi yang muncul adalah persepsi yang positif bukan persepsi yang negatf. Persepsi negative adalah pendapat saling menyalahkan, saling menjatuhkan, saling merasa benar sendiri akan berdampak pada rasa takut Alex yang bermasalah sehingga menyebabkan nila menjadi jelek.

Treatment yang diberikan kepada Alex harus disepakati oleh guru dan orang tua agar saat muncul perbedaan pendapat dikemudian hari dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik sangat membantu Alex dalam memahami perbedaan pendapat yang terjadi pada orang dewasa disekitarnya itu adalah hal yang wajar. Sehingga Alex bisa menerima perbedaan pendpat tersebut dengan pikiran terbuka tanpa disertai perasaan takut.

Previous articlePerilaku Muntah Pada Anak Saat Menghadapi Pelajaran Yang Sulit
Next article3 Tahapan Anak Tumbuh Kembang Menjadi Makhluk Sempurna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here