Home Indonesian Mental Hectic Pada Anak | Question & Answer

Mental Hectic Pada Anak | Question & Answer

48
0

Q = Question
A = Answer

Q : Begini ustadz, menurut pengamatan saat belajar langsung, anak saya aktif dan banyak tingkahnya. ketika dihadapkan dengan sekolah online saat ini, dia harus menghadap laptop terus. Sepertinya dia kurang senang kalau pas masuk online ya.

Q : Dan lagi sebelum masuk sekolah, kegiatan anak saya belum padat. Ketika awal masuk dia kaget karena kegiatannya banyak.

Q : Dia sering bilang kalau materi belajarnya banyak sekali mama. Setiap hari belajar. Pagi, Sore, Malam belajar terus menerus.

Q : Bagaimana ya ustadz caranya biar anak saya supaya seneng belajarnya.

Q : Anaknya sebenernya suka belajar ustadz, mungkin dia kaget karena volumenya kebanyakan ya.

Q : Saya kadang takut kalau terlalu menekan anak, Begitu ustadz..

Q : Mohon maaf sebelumnya curhatnya panjang ustadz 🙏

A : Alhamdulillah Alex tergolong anak yang aktif dan suka dengan hal hal yang baru

A : Anak usia sekolah dasar kelas 1 adalah masa peralihan dari taman kanak kanak ke sekolah dasar, jadi membutuhkan adaptasi dengan materi terasa padat.

A : Anak anak senang belajar bila praktek secara langsung bertemu dengan teman teman dan mengalaminya

A : Selama zoom anak anak hanya sebagai penonton dan pendengar setia, sehingga untuk anak anak yang aktif ini sangat membosankan

A : Anak anak sangat suka belajar dengan caranya, dan cara anak belajar sangat beragam

A : Untuk anak dengan gaya belajar visual, mereka senang belajar dengan melihat dan mengamati semua hal yang ada disekitarnya

A : Bila belajar lewat zoom, anak hanya mengamati semua hal dengan satu cara hanya lewat zoom saja, Ini yang membuat anak anak mengalami kejenuhan, kekacauan mental yang disebut dengan Mental Hectic

A : Saat mendampingi Alex, bunda bisa memberikan waktu jeda untuk beristirahat,…..tandanya bisa dilihat bila Alex sudah tidak bisa duduk tenang maka segera istirahat

Q : Begitu ya..sebelumnya terima kasih atas pencerahannya ustadz..

Q : Kebetulan awal masuk saya yang dampingi..karena saya udah masuk kerja didampingi saudara di rumah..

A : Bila ada pendamping pengganti, sebaiknya di briefing dulu penggantinya ini, agar mengerti bagaimana kondisi anak anak saat online.

Q : Tiap malam belajar sama saya dia sering curhat..kalo awal curhatnya buat saya sedih..dia lihat teman temannya yang sudah bisa dahulu. sudah mandiri duluan, dia sering bilang dia tidak pinter seperti teman temannya katanya.. saya kasih penjelasan makin kesini dia udah mendingan sich ustadz

Q : Karena mungkin waktu di taman kanak kanak dia termasuk anak yang lumayan…jadi begitu ketemu teman teman yang superior, dia minder.. , Mohon diberikan tips bagaimana dia menjadi percaya diri lagi?.

A : Teman temannya yang sudah mandiri ini sifatnya masih subyektif, …Mandiri bisa menyelesaikan sendiri, atau mandiri diselesaikan dibantu pendamping. Menyesuaikan kondisi rumah masing masing

Q : Alhamdulillah..terima kasih pencerahannya ustadz..

Q : Satu hal lagi ustadz tentang pemberian dan pemahan materi buat pegangan saya dalam mendampingi belajar

A : Materi untuk pendamping atau orang tua saat belajat online y

Q : Apakah oke oke saja ustadz ketika kita kasih materi yang seharusnya buat ukuran anak saya, meskipun belum saatnya tapi saya berikan. Tujuannya untuk perkenalan buat Alex.. Namun sejauh ini menyebabkan Alex jadi tidak suka materinya karena dia tidak paham.. bagaimana ya ustadz menanggapinya? …………Terima kasih

A : Iya betul ibu, itu gejala Mental Hectic, Misal : Anak belum waktunya membaca, menulis dan berhitung , tapi sudah dipaksakan belajar materi tersebut. Saat itu kondisi anak baik kelihatan baik saja. Namun dikemudian hari, dia bisa mengalami kelelehan, kejenuhan, kebosanan atau kekacauan,…ini merupakan ciri ciri Mental Hectic

Q : Cara menyelesaikan mental hectic ini bagaimana ya ustadz? Apakah sebagai pendamping sebaiknya dihentikan dulu. Untuk materi yang belum saatnya diberikan atau boleh tetap dilanjutkan dengan diberi penjelasan ustadz? Karena saya khawatir salah memberikan pelajaran, bisa menyebabkan anak saya tidak suka padahal sebenarnya dia suka materi tersebut hanya mngkin salah level .

A : Betul Bunda

A : Pemberian materi pelajaran harus melihat dengan mengukur kemampuan anak. Ada anak yang mempunyai kemampuan cepat, kemampaun sedang, atau kemampuannya lambat dalam menerima materi.

A : Bila kita tahu anak kita diposisi memiliki kemampuan sedang atau kemampuan lambat. Maka jangan terlalu banyak memberikan materi pelajaran yang belum saatnya

A : Tuntaskan dahulu materi pelajaran yang sudah diberikan ke anak, dengan mengamati kondisinya.

A : Bila dia sudah tuntas dengan satu materi kemudian bersemangat melanjutkan ke level berikutnya . Maka boleh diteruskan

A : Hal ini tidak hanya tergantung pada pendampingnya, tetapi juga tergantung pada penyampai materi atau gurunya. Karena setiap pengajar punya karakter penyampaian materi yang berbeda beda.

A : Salah satu kunci anak dalam belajar online ini adalah, peresaannya harus senang dulu. Pendamping atau orang tua harus bisa menjaga persaan anak. Bila mereka senang dan merasa bahagia, maka materi apapun InsyaAllah mudah dipahami

Q : Noted ustadz, terima kasih banyak untuk sharingnya ustadz🙏🙏

A : Sama sama semoga bermnfaat

Previous articleInternet Gaming Disorder (IGD), Mental Disorder Pandemic in Children
Next articleSuperman Bisexual: Pahlawan Super Abnormal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here