Home Indigo Children Kisah Anak Indigo | Ayahku Tidak Pernah Mati

Kisah Anak Indigo | Ayahku Tidak Pernah Mati

80
0

Ketika hendak berangkat haji ke tanah suci mekkah, ayah berpamitan kepadaku akan segera kembali kerumah dengan membawa hadiah sepulang ibadah haji. Ayah berpesan kepada Alex untuk selalu menjaga sholat tepat waktu, rajin belajar dan membantu ibu dirumah. Alex merasa sedih sekaligus senang bercampur menjadi satu. Ayah sangat dekat dengan Alex dalam kehidupan sehari hari. Setiap ada waktu luang, ayah selalu mengajak Alex untuk bersepeda keliling kompleks perumahan. Ayah juga sangat senang mengajak Alex kekantor ketiga ada kegiatan outbond. Alex memang sangat dekat dengan ayahnya, karena dia adalah anak laki satu satunya. Kedua orang tua sangat bersusah panyah untuk mendapatkan Alex. Mereka membutuhkan proses sepuluh tahun untuk bisa memiliki anak. Hingga akhirnya lahirlah Alex, anak yang ditunggu kehadirannya.

Waktu berangkat haji akhirnya telah tiba. Ayah berpamitan dengan Alex untuk ke Jakarta, kemudian dari bandara sukarno hatta berangkat ke kota suci Mekkah. Saat berangkat ke Jakarta kondisi Ayah baik baik saja. Namun ketika sampai di Jakarta, Ayah terkena serangan jantung. Dengan kondisi tidak sadarkan diri, panitia pemberangkatan haji membawanya ke rumah sakit. Takdir berkata lain, ayah Alex meninggal dalam proses penanganan. Berita kemudian disampaikan keluarga di Surabaya.

Ibu Alex terlihat sock berat saat menerima kabar tersebut hingga tidak bisa berkata apapun. Ketika jenazah tiba dirumah duka, Alex sangat terkejut dan tidak percaya bila yang meninggal itu adalah Ayahnya. Ibu berusaha tenang untuk menjelaskan kematian Ayahnya yang minggal secara mendadak. Namun Alex tetap tidak percaya apa yang dikatakan ibunya.

Setelah proses pemakan selesai, seluruh keluarga kembali kerumah masing masing. sekarang di rumah hanya tinggal Alex bersama ibunya. Kondisi rumah yang sepi, sunyi setelah ditinggal Ayahnya membuat Alex tidak bisa menerima. Seminggu setelah kematian Ayahnya, Alex mempunyai kebiasaan baru ketika sore hari. Dia senang berada diteras tempat Alex bermain dan ngobrol dengan Ayahnya.

Ibu Alex merasa curiga mendengar orang berbicara diteras. Ibu merasa Alex sedang berbicara dengan tetangganya. Dengan rasa penasaran, ibu mencoba untuk melihat secara langsung dari tempat yang tidak terlihat Alex. Ibu merasa terkejut tidak bisa menahan rasa sedihnya kemudian menangis meninggalkan tempat. Ibu merasa iba melihat Alex berbicara sendirian diteras, seolah olah dia berbicara dengan ayahnya. Alex tetap menganggap Ayahnya masih hidup sehingga bisa diajak bermain dengannya. Alex menanyakan kabar Ayahnya sekaligus meminta hadiah yang pernah dijanjikan Ayahnya.

Melihat kejadian tersebut, ibu Alex merasa hatinya hancur tak berdaya melihat kondisi anak satu satunya menjadi seperti itu. Sudah sering ibu mengingatkan bahwa sosok ayah yang diajak berbicara Alex saat teras, itu adalah mahluk yang lain bukan Ayahmu. Ayahmu sekarang sudah ada di alam kubur dan tidak bisa kembali lagi. Kebiasaan Alex ini berlangsung hingga dia masuk sekolah dasar. Ibu sudah merasa putus asa dengan kebiasaan Alex tersebut.

Kejadian yang tidak terduga akhirnya muncul disekolah. Alex membuat takut teman sekolahnya, saat dia berbicara sendiri. Teman temannya menganggap bahwa Alex adalah anak yang aneh, menakutkan sehingga dijahui. Gurupun akhirnya turun tangan untuk membantu permasalahan yang dialami Alex. Alex kemudian menyampaikan kepada gurunya bahwa Ayahnya tidak pernah meninggal dan masih hidup menemaninya. Sekolah menjadi heboh dengan perilaku Alex sehingga semua menganggap bahwa Alex adalah anak Indigo. Untuk membantunya tim langsung bergerak.

Baca kelanjutan Kisah anak indigo part 2

Previous articlePenyebab Anak Tunggal Menjadi Manja
Next articleKisah Anak Indigo Part 2 | Ayahku Tidak Pernah Mati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here