Home Indonesian Kesulitan Berbahasa Pada Anak

Kesulitan Berbahasa Pada Anak

58
0

Salah satu pembeda antara manusia dan hewan adalah cara berbicara dengan menggunakan bahasa. Hewan menggunakan simbul bahasa dengan mengeluarkan suara suara yang sangat sederhana dalam berkomunikasi di habitatnya. Sedangkan manusia dikenal sebagai mahluk dengan tingkat kecerdasan tinggi memiliki kemampuan berbahasa yang sangat kompleks dalam berkomuniasi dengan manusia lain diseluruh belahan bumi. Didunia terdapat kurang mencapai 6.500 bahasa dari berbagai etnis hingga bahasa nasional suatu Negara, sampai hari ini bahasa manusiapun masih terus bekembang tanpa ada batasan kapan berakhirnya.

Pada permulaannya bayi yang baru lahir tidak secara otomatis mampu berkomunikasi dan berbahasa dengan kata kata secara lengkap. Ada proses yang harus dilalui anak manusia untuk bisa mengucapkan kata kata, kemudian mengucapkan kalimat sederhana, kalimat lengkap hingga berbicara dengan bahasa yang kompleks. Seorang bayi mulai berkomunikasi dengan suara tangisan yang sangat sederhana, kemudian berkembang suara tangisan itu membentuk pola kata fokal dan konsonan. Kemudian berkembang lagi menjadi kata kata sederhana hingga usia dua tahun seorang bayi tumbuh dengan sangat cepat bisa mengusai ribuan suara. Dari milyaran suara tersebut kemudian berkembang menjadi pola bahasa yang terekam dalam memori seorang anak.

Bagaimana anak mengalami kekacauan berbahasa?

Kekacauan berbahasa yang dialami seorang anak tidak terjadi tiba tiba, namun melalui proses belajar berbicara dan berbahasa yang tidak tuntas. Saat anak mulai belajar bahasa yang sering dia dengarkan dari kedua orang tuanya, ada beberapa pola bahasa yang berganti ganti digunakan kedua orang tuanya atau orang yang merawat anak tersebut. Anak yang sering mendengarkan pola bahasa yang berbeda membuat dia mengalami kebingungan memahami pola berbahasa.

Contohnya ; suatu keluarga menggunakan beberapa bahasa dalam berkomunikasi kepada anaknya. Seorang ayah menggunakan bahasa A dan seorang Ibu menggunakan Bahasa B, sedangkan lingkungan mereka tinggal menggunakan bahasa C. dengan kondisi seperti itu, seorang anak akan mengalami kesulitan dalam menuntaskan bahasa yang harus dia kuasai terlebih dahulu. Apakah bahahasa A, bahasa B atau bahasa C yang harus dituntaskan anak tersebut.

Bagaimana anak bisa belajar berbicara dengan baik dan benar?

Anak akan mampu belajar berbicara dengan baik apabila orang tua secara konsisten dan berkelanjutan berkomunikasi dengan bahasa yang umum digunakan dilingkungan rumah. Anak dengan sangat mudah akan menyerap dan cepat memahami bahasa setiap detiknya. bahasa ibu adalah bahasa yang efektif dalam mengajarkan anak agar dapat berbicara dengan susunan kata yang tepat.

Contohnya seorang ibu dari Negara Indonesia menggunakan bahas Indonesia, maka ajarkan anak mendengarkan, berbicara, berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ajarkan anak berbicara menggunakan bahasa Indonesia secara bertahap mulai dari bahasa yang sederhana hingga bahasa yang lengkap. Melalui proses mentuntaskan bahasa ibu tersebut, seorang anak akan mampu berkomunikasi menggunakan berbahasa dengan baik dan benar dilingkungannya.

Apabila sudah dipastikan seorang anak tuntas menguasai bahasa ibunya, maka dalam perkembangan selanjutnya anak akan mampu belajar secara efektif menggunakan bahasa lain yang ingin dia pelajari. Anak yang sudah mengusai bahasa ibu dengan baik, dapat berbahasa daerah (etnis) atau bahasa asing yang ingin dia pelajari untuk berkomunikasi dengan orang atau teman dari daerah lain. Tidak hanya berkomunikasi menggunakan bahasa daerah tetapi bahasa dari Negara lainpun akan mampu dengan mudah dipelajari anak yang memiliki ketuntasan menggunakan bahasa ibunya.

Previous articleManfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini
Next articleApa itu childhood onset fluency disorder?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here