Home Indonesian Kecerdasan Anak Slow Learner yang Jarang Diketahui

Kecerdasan Anak Slow Learner yang Jarang Diketahui

56
0

Ketika bertemu Alex, kita akan merasa senang karena dia anak yang murah senyum. Banyak teman sekelas sangat senang saat bertemu untuk bermain bersama Alex. pada kegiatan jam istirahat saat bel berbunyi, semua siswa segera keluar kelas untuk beristirahat. Ada yang membeli jajan dikantin, ada yang membuka tepak makanan, ada yang bermain dilapangan, ada yang membaca buku diperpusatakaan dan kegiatan istirahat yang lainnya. Berbeda dengan Alex, dia sering berada dikelas untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai. Sehingga waktu istirahatnya harus tertunda beberapa menit, bahkan terkadang Alex kehabisan waktu istirahat dan dia masih didalam kelas. Banyak teman temannya yang kecewa karena harus menunggu Alex selesai, hingga tidak jadi bermain karena jam istirahat berakhir

Ada apa dengan Alex?

Kebiasaan yang dilakukan Alex saat jam istirahat adalah sesuatu yang berbeda dengan teman teman sekelasnya, sehingga guru merasa harus membantu untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi Alex. setelah melakukan koordinasi dengan tim pendamping, kita segera melakukan observasi dan diagnose terhadap perilaku Alex tersebut. Dari hari diagnose dan observasi psikologis didapatkan data sebagai berikut:
  • Alex jarang beristirahat dengan teman temannya karena dia tidak mau keluar kelas jika tugasnya belum selesai.
  • Tugas yang dikerjakan tidak selesai karena kemapuan Alex mengerjakan tugas yang diberikan guru sangat lambat.
  • Keterlambatan menyelesaikan tugas bukan disebabkan Alex tidak memperhatikan, bicara sendiri, bermain dikelas, ada gangguan penglihatan, atau ada teman yang menganggu.
  • Dari hasil observasi dan diagnose psikoligis, Alex mempunyai kemampuan dibawah rata rata anak seusianya.
  • Kemampuan dibawah rata rata tersebut antara lain; kemampuan pengetahuan umum, kemampuan berbahasa, kemampuan memahami kata, kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemampuan berhitung, kemampuan konsentrasi, dan kemampuan kreatifitas.
  • Dari diagnose tersebut Alex termasuk anak yang memiliki kemampuan lambat belajar, artinya kemampuan untuk mempelajari sesuatu membutuhkan proses yang relative lebih lama dibandingkan anak seusianya.
  • Kemampuan akademis Alex dibawah rata rata anak seusianya.
  • Meskipun kemampuan akademis Alex dibawah rata rata, namun perilaku Alex sangat baik kepada teman temannya
  • Alex anak yang sangat perhatian dengan teman sekitarnya, bila ada yang membutuhkan bantuan, dia langsung membantu tanpa disuruh guru.
  • Alex mempunyai kekurangan secara akademis, namun secara kepribadian dia sangat bagus.

Bagaiamana mendampingi anak slow learner?

Bila kita memiliki anak seperti Alex maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan ikhlas menerima kondisi anak. Orang tua yang mau dan mampu menerima kondisi anaknya akan sangat membantu dalam proses pembelajaran jangka panjang. Orang tua yang mampu berdamai dengan anak slow learner akan memiliki daya tahan yang kuat dalam merawat dan mendampinginya. Saat menerima hasil dari diagnose, orang tua harus tetap kuat mental, tidak boleh putus asa apalagi kecewa dan merasa tidak bisa menerimanya. Kondisi orang tua yang kuat mental dan memiliki pikiran yang positif terhadap kondisi anak akan mampu meningkatkan motivasi anak tersebut. Apabila sebaliknya maka membuat anak menjadi sedih sehingga tidak memiliki motivasi belajar.

Jadi kunci utama mendampingi anak slow learner adalah mengetahui kekurangannya dan focus mendukung kelebihannya. Orang tua harus memiliki kesabaran saat mendampingi kekurangannya dan bersemangat saat mendukung kelebihannya. Apapun kondisi Alex, orang tua tidak boleh memberikan label negative kepadanya seperti menyebut anak slow learner. Kondisi kekurangan Ales cukup diketahui orang tuanya saja dan sifatnya rahasia. Orang tua tidak boleh memberikan label Alex anak slow learner atau anak malas ketika dia membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas, tetapi focus pada sikap Alex yang mau bersabar menyelesaikan tugasnya hingga selesai.

Kedua sudut pandang yang berbeda antara anak dan orang tua harus disinkrokan ke pikiran yang positif, orang tua memahami anak dengan sabar sehingga anak belajar kesabaran tersebut dari sikap orang tuanya. Pandangan negative dari siapapun terhadap Alex adalah hal yang wajar, tidak perlu disikapi orang tua dengan emosi. Cukup focus pada kelebihan Alex maka pandangan negative dari orang lain akan hilang leyap dengan sendirinya.

Apa Kelebihan anak slow learner?

Anak slow learner seperti Alex sangat berat menjalani tugas sehari hari bila orang tua tidak mendukungnya secara total. Namun bila orang tua memberikan yang terbaik maka kelebihan anak slow learner akan tumbuh secara maksimal. Ketika orang tua mampu melihat secara positif maka Alex akan memiliki mental yang kuat, dia sangat sabar menyelesaikan tugas tugasnya, dia merasa rendah hati dan tidak sombong, dia juga memiliki emosi yang bagus saat mengahadapi kondisinya sendiri. Alex melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda dari teman temannya. Bila temannya dapat nilai seratus, mereka baru merasa senang. Sedangkan Alex dapat menyelesaikan seluruh soal dengan tepat waktu saja, itu adalah hal yang dia syukuri.
Ini adalah kecerdasan Alex, anak dengan kategori slow learner namun memiliki mental yang tangguh.
Previous articleCara Efektif Menyelesaikan Permasalahan Yang kompleks
Next articleProses Toxic Relationship Pada Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here