Home Indonesian Ironi Film Squid Game Jadi Tontonan Anak-anak

Ironi Film Squid Game Jadi Tontonan Anak-anak

71
0

Bahaya Squid Game Mencuci Otak Anak

Setiap hiburan yang dibuat memiliki tujuan untuk memberikan rasa senang bagi pemirsanya. Ada banyak hiburan yang dapat kita lihat seperti film, sulap, komedi, drama, pantomime, adu bakat, olahraga dan masih banyak lagi. Melalui media internet yang sangat pesat, salah satu platform hiburan sangat diminati adalah film. Melalui genggaman android kita bisa berselancar mencari film yang kita senangi. Mulai dari film anak anak sampai film dewasa semua tersedia dengan lengkap. Ribuan film setiap hari diproduksi diupload dan ditonton di internet. Salah satu genre film yang hari ini sangat digemari adalah drama korea atau film korea. Salah satunya film korea berjudul Squid Game.

Film ini menceritakan permainan sekelompok orang yang hidupnya sudah putus asa karena terlilit hutang untuk memenuhi hidupnya sehari hari. Dalam permainan Squid Game ada sejumlah 456 orang dengan terpaksa bergabung dalam permainan ini untuk mendapatkan hadiah supaya tetap bisa bertahan hidup. Orang dewasa cukup sederhana dan mudah melakukannya, karena seperti permainan masa kanak-kanak. Akan tetapi permainan anak anak ini dibingkai dengan adegan keras dan brutal. Adegan inilah yang membuat banyak orang penasaran dengan film ini.
“Orang-orang tertarik dengan ironi bahwa orang dewasa yang putus asa mempertaruhkan hidup mereka untuk memenangi permainan anak-anak,” kata sutradara Squid Game, Hwang Dong-hyuk, dalam wawancara yang dikutip BBC, Jumat (1/10/2021).
Bagi orang dengan pemahaman sekuler memang hal yang wajar jika untuk bertahan hidup segala cara bisa ditempuh. Tidak ada salah benar yang penting adalah hal yang menguntungkan dan mendatangkan uang sekaligus kekayaan. Cara mencari uang boleh apa saja yang penting menghasilkan dollar. Salah satu cara untuk bisa mencari uang agar dapat bertahan hidup adalah dengan berjudi. Menggunakan logika dengan modal sekecil kecilnya untuk mendapatkan untung sebesarnya. Segala model jenis judi apapun dilakukan tokoh dalam film squid game. Mulai dari judi balap kuda, judi dingdong boneka, judi dikereta api bwah tanah dan seterus. Yang penting menghasilkan uang untuk bertahan hidup.

Film ini bisa mencuci otak anak anak bila tidak ada pendampingan dari orang tua. Khususnya di Indonesia, film squid game sangat tidak sesuai dengan budaya orang Indonesia yang religious. Ketika film ini rame dimedia social Indonesia, banyak orang tua langsung melarang anak anaknya untuk tidak melihat film squid game. Alasan utama orang Indonesia sangat jelas bahwa kebiasaan judi atau bermain dengan judi adalah hal sangat dilarang keras dalam budaya Indonesia. Karena orang tua di Indonesia sangat kuat dengan agamanya masing masing. Bahkan lebih utama adalah orang tua yang beragama Islam memiliki dasar pemikiran bahwa orang bekerja harus dengan cara yang halal dan baik, tidak boleh curang atau menipu sesamanya. Apabila orang bekerja untuk mencari uang dengan cara berjudi maka hidupnya akan sengsara didunia dan akhirat. Orang yang berjudi akan hidup didunia dengan cara yang hina, bahkan hidup dengan sengsara. Orang yang hidup dengan berjudi, pikirannya bisa menjadi gila dan bahkan hatinya akan terasa sempit dan sesak. Orang yang berjudi juga akan ketagihan saat menang dan akan penasaran saat kalah. Tidak ada kebaikan sama sekali ketika seseorang memilih hidup dengan cara berjudi untuk menghasilkan uang. Uang yang dia dapatkan akan mudah hilang dan ketika tidak ada akan putus asa dengan keinginan untuk bunuh diri.

Ironi dalam film ini adalah cara hidup sesorang yang buruk dan menyelesaikan dengan solusi yang salah. Kesalahan ini menjadi hiburan bagi orang dewasa tapi bukan hiburan bagi anak anak

Previous articleEffective Ways to Solve Serious Problems
Next articleThe intelligence of a slow learner child who is rarely known

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here