Home Indonesian Hidup Bersama Anak ADHD yang Memiliki Kecerdasan Visual Superior

Hidup Bersama Anak ADHD yang Memiliki Kecerdasan Visual Superior

61
0

Tidak banyak orang tua yang diberikan anugerah memiliki anak dengan ADHD. Tidak banyak juga orang tua yang mampu merawat anak ADHD dengan sabar. Setiap anak dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing. Bila orang tua diberikan anak dengan kelebihan tertentu maka dengan mudah orang tua akan senang dan mampu merawatnya dengan baik. Namun tidak semua orang tua mampu merawat anak dengan kekurangannya yang dimilikinya. Seperti halnya orang tua yang memiliki anak dengan ADHD ini.

Bagaimana orang tua menerima anak ADHD?

Orang tua harus memiliki persepsi bahwa setiap anak yang dilahirkan dari suatu keluarga adalah amanah terbaik dari Allah SWT. Meskipun ada keluarga dengan anak yang secara fisik dan psikis memiliki kondisi tidak normal seperti pada umumnya anak seusianya. Karena sebenarnya kekurangan yang dimiliki anak tersebut adalah kelebihan yang tidak dimiliki anak lain. Bila orangtua sudah memiliki persepsi yang positif terhadap kondisi anak, maka hal terberat yang akan dilalui anak dan keluarga akan menjadi mudah. Jadi ketika orang tua ditakdirkan memiliki anak ADHD maka keluarga harus menerima dengan sebaik baiknya bukan menolak atau mengabaikan kehadirannya.

Bagaimana keluarga dengan anak ADHD?

Pada kasus ini kita akan membahas Alexa seorang anak dengan ADHD. Setelah melalu rangkaian observasi psikologis dan diagnose disimpulkan bahwa Alexa mengalami ADHD stadium berat. Dalam keseharian dirumah Alexa adalalah anak yang sangat aktif sekali, ada beberapa kegiatan les setelah pulang sudah disiapkan orang tua untuk menambah kegiatan Alexa. Ketika disekolah alexa jarang sekali mau duduk dengan tenang dibangkunya. Dia lebih senang pindah ketempat lain. Saat pelajaran berlangsung Alexa lebih senang dengan kegiatan menggambar. Alexa juga jarang berbicara dengan teman temannya dan lebih suka duduk menyendiri. Seringkali tugas yang dituliskan guru dipapan tulis tidak bisa dikerjakan secara tuntang oleh Alexa. Dia lebih suka mengambar dan terus menggambar. Bila ada teman yang ingin mengajaknya bermain atau berbicara , Alexa hanya diam tanpa bersuara. Alexa hanya mau berbicara kepada orang yang dia kenal saja. Setiap hari kegiatan membaca , menulis dan berhitung disekolah tidak pernah tuntas sehingga Alexa ketinggalan pelajaran. Ketika ada teman atau guru yang mengingatkan agar Alexa duduk mengerjakan tugas yang ada diapapan tulis, dia langsung merasa emosi tidak terkendali. Bila semakin di ingatkan dengan tegas maka semakin melawan sehingga terjadi tantrum yang tidak terkendali.

Setiap hari Alexa hanya suka menggambar buku apapun yang ada didalam tasnya. Bahkan bila buka didalam tas sudah habis di gambar semanya maka dia mengambar bangku yang ada didepannya. Bila bangku sudah digambar penuh, dia pindah menggambar kursinya. Saat guru mengetahui kejadian ini langsung memindahkan Alexa duduk didepan bersama bu guru. Meski sudah dipindah didepan duduk bersama dengan bu guru, Alexa tetap tidak bisa duduk dengan tenang. Alex malah menggambar taplak meja bu guru hingga terlihat seperti motif batik. Karena orang tua, guru dan keluarga sudah kewalahan maka membutuhkan kerjasama dengan terapis.

Bagaimana kita membantu anak ADHD?

Mengetahui kondisi, keadaan, kebiasaaan Alexa diatas maka kita dapat melakukan beberapa treatment secara bertahap sebagai berikut:
  • Berikan guru bayangan untuk mendampingi Alexa saat kegiatan belajar dikelas
  • Lakukan kerjasama dengan pihak guru kelas, murid murid dan orang tua untuk membantu Alexa
  • Gunakan hasil diagnose dan observasi psikologis untuk melakukan treatment secara tepat.
  • Salurkan energy Alexa yang berlebih dengan kegiatan ekstra seperti futsal, basket, renang, badminton, dan beberapa olahraga lainnya.
  • Ajarkan Alexa untuk berbicara pelan dengan intonasi yang jelas
  • Latih Alexa untuk memegang dan menggunakan alat tulis dengan benar.
  • Sediakan kertas kosong secukupnya sebagai media untuk menfasilitasi kegiatan menggambar yang sangat disenangi Alexa
  • Ketika Alexa merasa kesulitan untuk berbicara menyampaikan pendapat secara langsung, bisa disampaikan melalui tulisan. Bila menulis juga belum bisa, Alexa dapat menyampaikan pikiran dan perasaannya melalui menggambar.
  • Khusus saat mengerjakan ujian, Alexa didampingi guru bayangan atau terapis untuk membantu Alexa memahami soal ujian dan kemudian dikerjakan
  • Bila Alexa sudah paham materi ujuan namun belum bisa menjawab dengan tulisan maka guru bayangan atau terapis dapat mengarahkan Alexa untuk menjawabnya dengan menggambar.
  • Proses menjawab dengan menggambar harus dibantu oleh terapis untuk membacakan soal ujian kemudian mengilustrasikan menjadi sebuah cerita. Dengan ilustrasi cerita ini memudahkan Alexa untuk menvisualisasikan dengan menggambar.
  • Setelah soal divisualisasikan menjadi sebuah gambar, selanjutnya terapis akan memberikan soal tersebut melalui gambar yang sudah dibuat sendiri oleh Alexa.
  • Melalui gambar inilah Alexa dapat mengerjakan soal dengan cara yang sangat berbeda dengan teman temannya.
  • Untuk proses merubah soal menjadi menjadi cerita kemudian menjadi gambar membutuhkan waktu yang relative lama. untuk itu kita sediakan waktu yang sesuai dengan kebutuhan Alexa
Pada awal treatment ini diberikan kepada Alexa, tim membutuhkan waktu yang relative lama. butuh kerjasama ekstra antara anak, orang tua, guru bayangan atau terapis. Dukungan dari semua pihak yang terlibat juga sangat membantu untuk proses treatment bisa berhasil atau tidak. Alhamdulillah setelah bebarapa kali melakukan proses diatas secara bertahap dan berkelanjutan, akhirnya ananda Alexa bisa mengerjakan soal sesuai dengan kemampuannya. Tim tidak memberikan target nilai yang memberatkan Alexa karena sudah mengetahui kekurangannya. Namun tim memberikan dukungan dengan mengarahkan Alexa untuk mengasah kemampuan menggambarnya kearah yang lebih bagus lagi. Kemampuan visual dan grafis Alexa memang sangat luar biasa. Karena itulah kelebihan yang dimiliki Alexa, anak yang hidup dengan ADHD

Previous articleDampak Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Afeksi Pada Anak
Next articlePerilaku Bullying menyebabkan Anak Tidak Percaya Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here