Home Indonesian Dampak Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Afeksi Pada Anak

Dampak Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Afeksi Pada Anak

58
0

Kebutuhan tumbuh kembang anak sangat beragam. Sebagai orang tua kita memiliki tugas untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan sebaik baiknya. Namun masih banyak kita temukan keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan afeksi pada anaknya. Bila permasalahan stanting terjadi pada keluarga yang kurang mampu saja. Berbeda dengan permasalahan kabutuhan afeksi, hampir semua keluaga pernah mengalaminya, baik keluarga yang mampu maupun keluarga yang kurang mampu.

Pada kasus ini kita akan belajar dari Alex yang memiliki perilaku suka mengganggu temannya. Dia sangat senang iseng dan bercanda secara berlebihan dengan teman temannya. Bahkan cara bercanda dengan teman temannya sangat tidak lazim. Alex suka mendorong teman yang sedang berjalan hingga terjatuh kemudian ditinggal sambil tertawa. Alex memiliki kebiasaan bermain kejar kejaran dengan temannya sampai tertangkap bila tidak bisa ketangkap, dia akan marah marah. Alex juga memiliki kebiasaan mentraktir teman temannya dengan meminjam uang pada temannya. Bila tidak mau memberikan uang kepada Alex, maka dia akan menggoda temannya sampai menangis. Alex melakukan hal tersebut agar bisa mendapatkan uang. Alex sangat terkenal dikelas tiga karena kebiasaannya tersebut. Hamper semua anak mengenal Alex, mulai dari kelas A sampai H banyak anak yang menjadi teman sekaligus juga menjadi korban. Jumlah total uang yang pernah dikumpulkan Alex dari meminta keteman temannya kurang lebih lima puluh ribu rupiah. Setelah mendapatkan uang tersebut dia gunakan langsung untuk mentraktir teman temannya membeli jajan, makan dan minum dikantin.

Perilaku Alex akhirnya diketahui guru dan orang tuanya karena mereka menemukan banyak jajan dan sisa uang ada dalam tas Alex. setelah dikonfirmasi langsung ke Alex memang benar kejadian tersebut sudah dilakukan Alex beberapa kali.

Bagaimana perilaku Alex meminta uang keteman itu muncul ?

Kemudian kami melakukan observasi terhadap keluarganya dan Setelah melakukan observasi pikologis diperoleh beberapa infromasi dan data sebagai berikut;

Sejak usia 2,5 tahun Alex ditinggal Ayahnya ( meninggal dunia saat bertugas). Alex kemudian dititipkan budhenya di Surabaya karena ibunya harus berkeja di di Jakarta. Selama hidup bersama budhenya, Alex diasuh pembantunya. Beberapa kali pengasuh Alex berganti karena tidak kuat mangasuhnya. Kondisi ini juga membuat budhenya merasa bingung merawat Alex. Namun karena merasa kasihan akhirnya Alex tetap dirawatnya. Budhe meminta ibu Alex untuk menemui Alex meski hanya 6 bulan sekali saat libur sekolah.

Ketika dirumah, Alex biasanya menyendiri. Dia tidak pernah bermain dengan sepupunya (Anaknya Budhe). Semua kegiatan dirumah di kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Setelah kegiatan sepanjang hari, Alex juga terbiasa untuk tidur sendiri dengan ditemani acara TV. Hingga tertidur lelap didepan televisi.

Saat Alex bersekolah kelas 3 kondisi keluarga Alex tidak banyak mengalami perubahan. Alex tetap mandiri bersama budhenya. Alex sudah terbiasa dengan hidup tanpa ada orang tuanya. Untuk memenuhi kebutuhan afeksi, Alex mencari perhatian ke teman, ke guru, ke petugas kebersihan, ke petugas keamanan, sopir antar jemput, dan semua orang yang ada disekolahan. Di sekolah ini Alex merasa bisa mendapatkan perhatian banyak orang yang selama ini tidak bisa didapatkan dirumah.

Kebutuhan afeksi yang tidak pernah terpenuhi ini membuat Alex melakukan beberapa tindakan agar dirinya mendapatkan perhatian dari teman disekolahnya. Dengan membelikan makanan dan minuman secara gratis kepada semua temannya, Alex merasa mendapatkan perhatian yang dibutuhkan. Meskipun cara mendapatkannya dengan perilaku yang salah.

Bagaimana kita membantu kebutuhan Alex?

Untuk membantu Alex, kita melakukan pendekatan secara persuasive dengan berbicara dari hati ke hati. Kita sentuh hatinya agar Alex merasa tenang, tentram dan bahagia. Sebagai orang tua atau terapis kita dapat memberikan treatment kepada Alex dengan memenuhi kebutuhan afeksi yang sesuai. Kita dapat mengkondisikan orang disekitar Alex agar memahami apa yang terjadi pada diri Alex. kita juga bisa memposisikan diri menjadi orang tua sekaligus teman bagi Alex. kita sampaikan juga kepada orang yang tinggal dirumah bersama Alex, seperti budhe, pak dhe, sepupu, dan pembantunya agar memberikan perhatian kepada Alex. apabila kebutuhan afeksi sudah didapatkan dan dipenuhi, maka perilaku Alex yang suka mencari perhatian saat disekolah akan berkurang dan hilang dengan sendirinya.

Karena itu, bila kita masih memiliki Ayah, ibu, anak dan keluarga, maka gunakan waktu semaksimal mungkin untuk saling memberikan perhatian, memberikan kasih sayang dengan cara sebaik baiknya. Agar kebutuhan afeksi seluruh anggota keluarga terpenuhi.

Previous articleTeori Burung Dalam Sangkar Emas
Next articleHidup Bersama Anak ADHD yang Memiliki Kecerdasan Visual Superior

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here