Home Indonesian Cara Mengatasi Kecanduan Popok Pada Anak

Cara Mengatasi Kecanduan Popok Pada Anak

45
0

Ide awal penemu popok adalah untuk membantu orang tua yang sedang memiliki bayi. Popok bayi sekali pakai yang kita kenal hari ini, pertama kali ditemukan oleh Marion Donovan. Dia membuat popok karena permasalahan yang dihadapi saat memiliki seorang bayi. Setiap malam bayinya sering kencing ditempat tidur, sehingga membuat kasur menjadi basah dan berbau pesing. Dari permasalahan itu Marion D membuat popok untuk menyelesaikan permasalahannya. Sehingga ketika bayinya tidur dimalam hari kemudian tiba tiba kencing dikasur tidak lagi menjadi permasalahan karena sudah ada popok yang menampungnya.

Faktanya ada kasus kecanduan popok pada anak anak. Sebut saja anak X berusia 11 tahun, berjenis kelamin laki laki dengan berat badan 80 kg dan secara fisik sehat tidak ada kelainan, penyakit atau gangguan syaraf pada kandung kemihnya menurut hasil diagnose dokter namun anak X belum bisa melepas popoknya. Orang tuanya membiarkan saja anak X untuk melepas popok bila dia sudah merasa malu untuk memakainya. Meski Karena orang tua menganggap memakai popok adalah solusi yang praktis untuk menyelesaikan permasalahan ngompol pada anak X. jadi orang tua hanya bisa pasrah saat anaknya pergi kemana mana menggunakan popok.

Bagaimana anak bisa kecanduan popok?

Kebiasaan orang tua membiarkan anak untuk kencing dipopok menjadi pencetusnya. Saat anak X ingin kencing orang tua tidak mengarahkan untuk kencing dikamar mandi. Ketika anak sudah bisa berbicara saat ingin kencing, orang tua tetap membiarkan anaknya kencing di popok. Pola asuh orang tua yang tidak mengajarkan toilet training sejak kecil berdampak pada kebiasaan anak. Kebiasaan anak yang berulangkali kencing dipopok menjadikan perilaku malas kencing dikamar mandi. Perilaku malas kencing dikamar mandi menjadikan anak kecanduan popok setiap hari. Setiap berada diluar rumah, anak X seringkali memakai popok. Ketika anak X tumbuh dewasa dan semakin besar maka popok bayi diganti dengan popok dewasa. Meski popok dewasa seharusnya digunakan untuk orang tua yang sudah sakit dan tidak bisa menahan kencing. Namun beralih fungsing digunakan anak X saat melakukan kegiatan diluar rumah. Anak X merasa tidak percaya diri apabila keluar rumah tidak memakai popok dewasa karena bila sudah ingin kencing dan tidak mampu menahannya, dia bisa kencing dicelana.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Orang tua harus segara merubah pola asuh yang membiarkan anak X kencing dipopok. Orang tua harus menguatkan diri, memaksa, dan mendisiplinkan anak X dengan toilet training yang benar. Orang tua memberikan contoh dan mengedukasi anak X untuk membersihkan diri ditoilet dengan benar. Memberikan pengetahuan kepada anak X bila air kencing itu kotor dan harus dibuang di toilet. Selanjutnya orang tua memberikan contoh cara kencing yang benar dikamar mandi. Mulai dari masuk kamar mandi, didalam kamar mandi, posisi kencing yang benar dengan jongkok, membersihkan diri yang baik dengan sabun, hingga selesai membersihkan diri dan memastikan tubuhnya suci dari air kencing. Simulasi dan praktek secara langsung dikamar mandi untuk memberihkan diri dan kencing yang benar sangat membantu anak bagaimana seharusnya orang kencing yang benar. Edukasi kepada anak agar merubah kebiasaan kencing dipopok dengan kencing dikamar mandi adalah cara efekti untuk menyelesaikan kecanduan anak pada popok. Treatment yang dilakukan orang tua harus mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli agar saat melakukan beberapa tahapan perubahan pola asuh dapat berjalan dengan benar dan efektif.

Previous articleKenapa Kita Takut Pada Pikiran Sendiri
Next articlePenyebab Anak Tunggal Menjadi Manja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here