Home Uncategorized Penciptaan Anak Manusia Pertama

Penciptaan Anak Manusia Pertama

551
0

Asal usul Seorang Anak

Setiap pasangan baru suami dan istri setelah melangsungkan proses pernikahan, selajutnya akan menginginkan kehadiran seorang anak, buah dari kasih sayang berdua. Adanya seorang anak seolah olah kita yang menghadirkannya, meskipun itu anggapan yang keliru, tetapi sering kita lakukan. Keluarga baru yang belum memiliki seorang anak akan berusah keras untuk bisa mendapatkan seorang anak. Memang ada keluarga yang dimudahkan bisa langsung memiliki anak, ada juga keluarga yang diberikan ujian sulit untuk mendapatkan seorang anak. Sebenarnya menikah itu merupakan proses ikhtiar untuk mendapatkan seorang anak. Namun hasil akhirnya kita bisa punya anak atau tidak, mustahil ikut menentukannya. Lalu dari mana sebenarnya asul anak kita

Manusia pertama diciptakan ALLAH SWT dari tanah bernama Adam, kemudian manusia kedua bernama Hawa diciptakan dari Adam. Kedua manusia baru ini lalu merasa senang dan saling menyayangi keduanya. Setelah Adam berikhtiar dengan mendatangi istrinya beberapa waktu, maka mengandunglah Hawa anak manusia pertama didunia. Diawali dengan kandungan yang merasa ringan. Kemudian merasa berat dan bertambah berat. Maka berdoalah dan memohon kepada ALLAH SSWT jika Engkau memberi kami anak maka berikanlah kami anak yang sholeh dan sholehah. Bukannya malah ikut teori manusia dari evolusi kera maka kita dan anak anak adalah keturunan dari kera.

Asal usul anak pertama dimuka bumi ini adalah anak dari Adam dan Hawa. Kita sebagai orang tua baru sudah diajarkan oleh bapak dan ibu kita manusia pertama adam dan hawa untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberikan anak anak yang sholeh. Meski kita terkadang lupa bila anak itu ada karena keinginan kita. Ada juga orang tua yang menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu laki laki atau perempuan dengan berbagai macam pertimbangan, namun tetap saja kita tidak bisa menentukan hasil akhirnya. Kita juga sering merasa tidak puas ketika dianugrahi anak perempuan dari pada anak laki laki ataupun sebaliknya padahal sekali lagi kita tidak ikut menentukan juga hasil akhirnya .

Ketika proses tumbuh kembang seorang anak dalam kandungan, kedua orang tua sama sekali tidak memiliki kendali anak tersebut. Mau rambutnya lurus atau keriting, mau matanya hitam atau biru, mau kulitnya putih atau coklat dan sederat keinginan kita terhadapa anak, tetap saja kita tidak bisa menentukan hasil akhirnya karena yang menumbuh kembangkan seorang anak dalam kandungan adalah pencipta dari manusia itu secara langsung yaitu Allah SWT.

Dari proses awal hadirnya seorang anak ini kita bisa belajar dan mengerti saat anak kita ditakdirkan lahir kedunia dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat itu adalah proses tumbuh kembang kejenjang berikutnya. Sekali lagi sebagai orang tua kita hanya memiliki kemampuan untuk merawat tumbuh kembangnya. Saat anak mulai menangis karena lapar sudah dipersipakan makanan cair yang bernama ASI, saat anak tumbuh gigi kita persiapkan makan lunak seperti bubur, saat anak mulai berbicara kita ajarkan anak kata kata yang baik. Saat mulai jalan kita tuntun anak untuk bisa berjalan. Saat anak bisa berlari kita merasa senang dan bahagia. Bahwa segala hal hebat yang terjadi itu semua kita hanya mampu mendampingi prosesnya saja, kita tidak pernah bisa menentukan hasil akhirnya.

Masih banyak lagi proses tumbuh kembang yang lainnya dimana kita sebagai orang tua tidak akan mampu melihatnya secara detail satu demi satu. Semuanya berjalan dengan sempurna dan tanpa kita sadari beberapa tahun kemudian kita sudah berhadapa dengan manusia yang sempurna yaitu anak anak kita.

Previous articleNew Effective Parenting Styles
Next articlePenyebab Anak Hobi Membolos Sekolah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here