Home Uncategorized Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini

Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini

600
0

Banyak orang dewasa yang masih suka menghabiskan waktunya dengan bermain. Ada yang senang bermain game online hingga larut malam. Ada yang suka bermain futsal dengan teman teman kantor. Ada yang senang bermain sepeda model terbaru bersama komunitasnya. Ada yang suka bermain burung berkicau hingga ikut lomba kejuaraan. Ada yang suka memancing ikan kelaut lepas hingga beberapa hari tidak pulang kerumah. Ada yang suka mengendarai motor trail naik kebukit di wisata alam. Ada yang suak naik perahu karet menerjang sungai, untuk rafting bersama dalam kegiatan outbond. Dan masih banyak sekali kegiatan bermain yang sangat disenangi orang dewasa. 

Apa yang dimaksud dengan bermain?

Bermain pada dasarnya adalah kebutuhan anak untuk mengembangkan berbagai macam potensi dan kecerdasan. Menurut Sudono, bermain adalah Kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak, menurut Schwartzman, bermain adalah pura-pura dan bukan sesuatu yang sungguh-sungguh (Sudono, 2000). Namun dalam proses perkembangannya, bermain tidak hanya dibutuhkan anak tetapi juga masih dibutuhkan orang dewasa.

Apa yang dimaksud dengan fungsi bermain?

Fungsi bermain adalah sebagai hiburan untuk mendapatkan kesenangan pada masa anak. Bermain juga  dapat mengembangkan berbagai potensi dan kecerdasan anak. Tidak hanya pada potensi fisik saja, namun pada aspek kognitif dan psikis. Seperti kemampuan berbahasa, sosialisasi, kecerdasan emosional, kreatifitas, kerjasama tim, dan sportifitas. Perkembangan potensi yang didapatkan pada saat bermain itu dapat menunjag kemampuan akademik anak. Apabila bermain diarahkan sesuai dengan fungsinya yaitu mengembangkan keterampilan sosial, emosional, kognitif dan memiliki nilai pada diri anak.

Apa manfaat bermain?

Bermain pada masa usia dini sangat baik untuk kesehatan fisik anak. Aktivitas fisik saat bermain dapat melatih anak menggunakan motorik halus dan kasar secara baik. Bermain juga memberikan efek senang pada anak sehingga mengurangi risiko stres, depresi, obesitas, atau lesu pada anak. Melalui kerjasama tim saat bermain anak dapat melatih kepercayaan dirinya saat bermain, bersaing dalam permainan bersama dengan tema tema susianya.

Aspek perkembangan pada anak yang didapatkan melalui bermain?

Ada kurang lebih 6 aspek tumbuh kembang anak yang bisa didapat melalui bermain. Ada aspek Fisik, kognitif, emosi, bahasa, social dan mental. Berikut adalah penjelasan dari ke 6 aspek tersebut;

Pertama aspek fisik, melalui bermain anak bisa bergerak aktif mengikuti jenis permainan yanga ada. Dengan bermain fungsi motoric kasar dan motoric halus digunakan secara masimal hingga dapat berfungsi secara baik dan tuntas.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan kognitif anak?

Kedua aspek kognitif, melalui bermain anak munggunakan daya pikir untuk menyelesaikan permainan sesuai dengan peraturan yang sudah dibuat. Anak harus menggunakan kemampuan kognisinya agar bisa membuat strategi untuk memenangkan permainan dengan baik. Bermain memberi kontribusi untuk meningkatkan kecerdasan intelektual atau kecerdasan berfikir. Karena ketika anak sudah mampu mengenali permainan tersebut, anak akan menjadi lebih mudah dalam menuntaskan pola permainan yang ada.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan emosi anak?

Ketiga aspek emosi, saat berlangsungnya permainan ada kompetisi antar teman yang terjadi. Kompetisi itu adalah hal yang wajar dalam sebuah permainan. Anak berkompetisi agar bisa mendapatkan kemenangan, karena goal dari sebuah permainan harus ada tim yang kalah dan tim yang menang. Kondisi ini melatih emosi anak agar mampu menghadapi kompetisi yang tinggi saat bermain. Sehingga anak mampu mengembangkan, mengelola dan mengendalikan emosinya dengan baik.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan bahasa anak?

Keempat aspek bahasa, komunikasi yang efektif menggunakan bahasa yang baik merupakan salah kunci dalam memenangkan permainan. Anak harus belajar untuk berbicara dan berkomunikasi dengan temannya saat bermain. Ketika anak mampu berbicara dengan efektif bersama teman saat bermain dapat mempermudah komunikasi. Melalui berlajar berkomunikasi ini anak dapat mengerti, memahami dan melakukan secara langsung saat bermain. Semakin intens kemampuan berbahasa digunakan saat bermain maka semakin cepat anak menuntaskan kemampuan berkomunikasinya. bahasa anak berkembang dan aktivitas bermain adalah merupakan laboratorium bahasa bagi anak.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan sosial anak?

Kelima aspek social, interkasi yang terjadi saat bermain dengan anak seusianya atau membaur dengan teman temannya dapat membantu anak untuk melatih dirinya bersosialisasi. Proses bersosialisai ini harus dilakukan anak saat bermain dengan teman temannya. Anak tidak bisa semaunya saja harus dituruti. Anak tidak bisa mau menang saja saat bermain. Anak harus mau bersosialisasi dengan beragam karakter teman ketika sedang bermain. Interaksi dengan beragam karakter ini dapat membantu anak untuk mampu melatih dirinya bersosialisasi dengan baik.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan sosial anak?

Keenam aspek mental, persaingan dalam permainan akan membawa konflik pada anak. Anak harus mampu menghadapi konflik dengan temannya saat permainan tidak berlangsung dengan baik. Maka dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi situasi seperti ini. Anak harus mampu belajar menjadi kuat secara mental agar dirinya bisa menyelesaikan permainan. Bila anak tidak kuat mental maka dia akan kena mental dan kalah dalam permainan.

Apakah manfaat bermain bagi anak usia dini?

Melalui bermain anak dapat pengalaman hidup yang luar biasa. Anak belajar menerima, berekspresi dan mengatasi masalah saat menghadapi permainan dengan cara yang positif. Bermain juga memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal diri mereka sendiri, mengenal teman temannya dan juga mengenal lingkungan disekitarnya. Hal ini dapat mengembangkan pola perilaku yang menyenangkan dalam hidup anak.

Mengapa mainan bagi anak anak juga sangat penting bagi masa depan anak?

Beberapa fungsi dan manfaat dalam bermain pada usia anak sudah kita jelaskan diatas. Bila hal tersebut bisa didapatkan anak dengan baik hingga tuntas masa bermain pada usia dini maka fungsi dan manfaat tersebut insyaAllah dapat tumbuh kembang secara optimal. Namun bila hal tersebut tidak didapatkan maka akan berdampak pada masa depan anak anak. Ketika anak sudah menjadi dewasa maka mereka akan mengalami regresi dalam pola permainan. regresi adalah proses kembali ke tahap perkembangan sebelumnya, di mana seseorang merasa paling nyaman dengan pola permainan yang belum tuntas dia selesaikan. Secara umum orang dewasa merasa frustasi atau sedang mendapat tekanan akan mencari relaksasi. Relaksasi ini dilakukan dengan melakukan beberapa jenis permainan sebagai hiburan untuk mencari kepuasaan yang dulu waku masa kecil belum dituntaskan.

Anak anak yang tuntas bermain pada masanya akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak menghabiskan hidupnya dengan bermain main.

Previous articleKenapa Orangtua Tidak Boleh Memaksa Anak Untuk Belajar
Next articleAdaptasi Penyebab Sulit Beradaptasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here