Home Uncategorized Kekerasan Pada Anak Di Masa Pandemic

Kekerasan Pada Anak Di Masa Pandemic

772
0

Kondisi pandemic yang belum ada titik terang tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan anak. Namun berdampak juga pada kondisi psikis orang tua. kondisi orang tua yang mengalami PHK atau libur sementara hingga waktu yang tidak menentu, menyebabkan kondisi keluarga semakin berat. Apabila beban berat ini tidak segera menemukan jalan keluar maka akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Salah satu ledakan yang sudah terdengar nyaring adalah kekerasan pada anak yang massif.

Apa yang dimaksud dengan kekerasan terhadap anak?

Kekerasan yang terjadi pada anak adalah tindak kekerasan secara fisik dan psikis yang dilakukan orang tua, atau orang dewasa terhadap anak. Secara umum kekerasan terhadap anak terjadi di dalam rumah dengan orang terdekatnya ketika berinterkasi. Namun saat ini interaksi tidak hanya terbatas dilingkungan didalam atau luar rumah tetapi kekerasan sangat marak terjadi di lingkungan dunia maya.

Apa Dampak Dari Kekerasan Anak?

Kekerasan pada anak secara fisik bisa menyebabkan kerusakan pada syaraf anak, asma, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan obesitas. Sedangkan secara psikis menyebabkan trauma pada anak sehingga meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi secara dini.

Apa Saja Model Kekerasan dan Dampak Terhadap Anak?

Model kekerasan pada anak sangat beragam. Mulai dari kekerasan psikis dan fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk lain, contohnya kekerasan yang menyerang mental anak baik secara verbail maupun non verbal. Baik secara secara langsung maupun melalui dunia maya.

Kekerasan secara psikis yang terjadi pada anak antara lain sebagai berikut ;

  • Kehilangan kepercayaan diri, terlihat depresi dan gelisah
  • Memilih untuk bolos sekolah, mengalami penurunan prestasi dan Kehilangan semangat untuk sekolah
  • Menghindari situasi tertentu
  • Mengalami psikosomatis seperti sakit kepala atau sakit perut yang tiba-tiba
  • Menarik diri dari aktivitas sosial, teman-teman, atau orangtua
  • Perkembangan emosional terlambat dan kehilangan ketrampilan
  • Kurang memiliki kepercayaan dan sulit menjalin hubungan dengan teman temannya
  • Memiliki perasaan tidak berharga dan emosi yang tidak terkendali
  • Merusak perkembangan otak dan sistem saraf
  • Memunculkan perilaku negative yang sangat merusak tumbuh kembang anak 

Adapun contoh kekerasan secara fisik yang terjadi pada anak antara lain sebagai berikut;

  • Penelantaran anak dengan tidak memberikan kebutuhan sanda pangan dan papan.
  • Kekerasan seksual pada anak yang dilakukan orang terdekat maupun teman.
  • Penculikan terhadap anak yang marak terjadi
  • Luka atau cedera dan risiko kematian.

Saat ini jenis kekerasan baru yang masiv terjadi pada anak adalah cyberbulliying. Kekerasan didunia maya ini semakin meningkat karena kebutuhan anak untuk belajar, bermain, berkomunikasi beralih ke media online semua.

Semua kegiatan anak anak hari ini tidak bisa lepas dari media online. Lebih khusus adalah untuk anak anak di daerah perkotaan yang memiliki akses internet tanpa batas.

Bagaimana Solusi dan Cara Menyelesaikan Kekerasan Pada Anak ?

Komunikasi antara anggota keluarga adalah salah satu solusi dalam menyelesaikan tindakan kekerasan pada anak dan anggota keluarga. Karena kekerasan itu muncul akibat dari komunikasi yang tidak berjalan dengan normal. Contohnya saat orang tua dan anak kumpul dirumah semua sibuk dengan dunianya sendiri. Berbicara dengan anak adalah hal yang langka dan sangat mahal. Sehingga saat ada permasalah kecil yang terjadi akan mudah meledak menjadi kekerasan pada nggota keluarga yang terlemah yaitu anak.

Karena itu gunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin saat bertemu keluarga, saat bertemu anak untuk segera melakukan komunikasi yang hangat dan menyenangkan. Komunikasi yang efektif bukan hal yang rumit bila kita membiasakan untuk melakukannya dengan rutin dan berkelanjutan.

Jadwalkan waktu 5 hingga 10 menit untuk belajar berkomunikasi dengan anak anak kita. Semakin orang tua berlatih untuk memahami dan mengerti bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak, maka semakin baik orang tua mengenal anak.

Bila kedekatan orang tua dengan anak harmonis maka interaksi antar anggota keluarga akan berjalan dengan baik. Bila interaksi berjalan dengan baik maka kehangatan, kebahagian keluarga anak tumbuh dengan sendirinya.

Kebahagian yang tumbuh subur dalam keluarga adalah cara yang sederhana untuk menyelesaikan segala bentuk kekerasan yang terjadi dalam keluarga.   

Previous articleKecerdasan Anak Slow Learner Yang Jarang Diketahui
Next articleKenapa Kita Malas Saat Belajar Daring dan Bagaimana Cara Mengatasinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here