Home Uncategorized Jangan Panik, Berikut 8 Cara Membantu Anak Menyelesaikan Peristiwa Traumatis

Jangan Panik, Berikut 8 Cara Membantu Anak Menyelesaikan Peristiwa Traumatis

611
0

Perasaan trauma bisa ada dalam setiap kehidupan manusia. Ada beberapa cara membantu anak menyelesaikan peristiwa traumatis yang dapat dilakukan.

Peristiwa traumatis memang sangatlah sulit terhapuskan dari ingatan, terlebih jika dialaminya ketika masih anak-anak, perasaan trauma akan terus menerus terbawa hingga dewasa jika tidak ditangani.

Rasa trauma bisa dikategorikan dari ringan, sedang hingga berat yang mana sewaktu-waktu bisa saja mengganggu ketika sedang beraktivitas.

Cara paling tepat untuk membantu anak menyelesaikan peristiwa traumatis adalah berkonsultasi dengan psikolog yang sudah pasti akan lebih paham mengenai permasalahan tersebut.

Akan tetapi orang tua juga bisa ikut membantu di rumah selain dengan bantuan para ahlinya.

Bagaimana caranya? Simak artikel berikut ini.

Penyebab Trauma Pada Anak-anak

•             Melihat kejahatan.

•             Karena terjadi kekerasan di lingkungan sekitarnya.

•             Bencana alam.

•             Pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan dari orang sekitar.

•             Mengalami pelecehan.

Cara Bantu Kurangi Rasa Trauma

1. Bangun Komunikasi dengan Anak

Sering kali ditemukan komunikasi antara anak dengan orang tua tidak berjalan baik, anak-anak sering merasa takut untuk menceritakan atau mengungkapkan perasaan mereka.

Salah satu langkah untuk menghilangkan perasaan traumatis adalah dengan membangun komunikasi dengan anak, dorong anak Anda agar belajar mengungkapkan perasaannya terhadap orang tua, guru, maupun psikolog.

2. Sabar dan Ikhlas

Bantu anak untuk bersikap sabar saat menghadapi ujian hidup yang menyebabkan dirinya trauma. Aktif menyelesaikan perasaan trauma dengan ikhlas merelaka semua yang sudah terjadi adalah bagian dari takdir Allah SWT.

Bisa jadi permasalahan yang menyebabkan trauma ini adalah pelajaran berharga bagi anak. agar anak dapat belajar dari pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Kemudian menjadi lebih kuat dalam menghadapi ujian hidup pada saat tumbuh berkembang menjadi dewasa.

3. Memberi Perhatian Penuh

Akibat rasa trauma yang tak berkesudahan itu sering membuat anak tiba-tiba ketakutan, merasa terganggu ketika sedang beraktivitas karna rekaman peristiwa yang masih melekat di ingatannya.

Selama sang buah hati mengalami masa-masa seperti itu, alangkah baiknya orang tua tetap memberikan perhatian penuh agar mereka tetap merasa nyaman, tidak merasa sendirian.

Sehingga melalui perhatian ini perlahan mampu mengatasi rasa traumanya tersebut.

4. Beri Dukungan dari Orang Terdekatnya

Dukungan dari orang-orang terdekatnya bisa membantu anak menyelesaikan peristiwa traumatis. Anak akan lebih merasa percaya diri dan menyadari bahwa orang sekitarnya menyayangi dia.

5. Ciptakan Suasana Aman

Anda harus sebisa mungkin membangun dan ciptakan suasana lingkungan yang aman karna anak yang mengalami trauma biasanya akan merasa dihantui perasaan dari peristiwa yang dialaminya.

6. Bersikap Tenang

Ketika orang tua mengetahui peristiwa yang dialami anak pasti timbul reaksi panik dan rasa khawatir terus bermunculan. Akan tetapi hindari menunjukkan sikap tersebut di depan anak-anak.

Reaksi sekitarnya yang panik juga bisa turut membuat anak menjadi cemas.

7. Menjauhkan dari Penyebab Trauma

Melihat atau mendengar sesuatu yang menjadi penyebab trauma bisa membuat anak merasa ketakutan, was-was, cemas bahkan stress. Orang tua harus sebisa mungkin menjauhkan sesuatu yang berkaitan dengan traumanya.

Misalkan anak mengalami trauma akibat laba-laba, sehingga Anda perlu memerhatikan lagi di sekitar memastikan tidak ada hewan tersebut.

Apabila terus menerus bertemu dengan penyebab traumanya bisa memperburuk keadaan sang anak.

8. Mendatangi Psikolog

Apabila beberapa langkah sebelumnya tidak ampuh, langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah mendatangi psikolog untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Karena rasa trauma, anak lebih sering memilih untuk diam dan enggan menceritakan apa yang dia rasakan.

Psikolog atau orang profesional akan menggunakan metode yang tepat untuk membantu sang anak dalam menghadapi traumanya dan menstabilkan mentalnya meski memang biasanya butuh beberapa kali konsultasi.

Demikian delapan cara membantu anak menyelesaikan peristiwa traumatis yang dapat dilakukan demi sang buah hati. Semoga bermanfaat.

Previous articleInternet Gaming Disorder, Pandemi Gangguang Mental Pada Anak
Next articleKebahagiaan Anak Merupakan Hal Penting Dalam Kehidupan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here