Home Uncategorized Internet Gaming Disorder, Pandemi Gangguang Mental Pada Anak

Internet Gaming Disorder, Pandemi Gangguang Mental Pada Anak

628
0

Waktu tidur adalah saat yang ditunggu tunggu bagi anak anak. Setelah seharian beraktifitas, mereka akan merasa kelelahan dan ingin beristirahat. Istirahat bisa dilakukan dengan berhenti sejenak, atau melakukan aktivitas yang santai atau dengan tidur.

Saat tidur anak anak sangat suka dan menunggu cerita atau dongeng dari kedua orang tuanya. Namun saat ini sudah jarang orang  tua yang punya waktu untuk bercerita pada anak anaknya. Kebanyakan langsung dikondisikan segera tidur dengan mematikan lampu dan menyalakan Ac Kamar agar anak anak merasa nyaman saat bersitirahat.

                Dalam kondisi tertentu ternyata tidak semua anak bisa tidur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan orang tuanya. ada yang tidur larut malam, ada yang tidur sore hari, ada yang tidur setelah subuh dan ada yang tidur saat pembelajaran daring. Seperti saat ini yang sedang dilakukan anak anak saat belajar daring, ada saja permasalahan anak yang tiba tiba tidak menjawab saat dipanggil gurunya. Penyebabnya ada yang kebelakang, ada yang makan, ada yang ambil minum, ada yang dipanggil temennya, dan ada yang tertidur saat berlangsungnnya pembelajaran daring.

Beberapa masalah dalam gangguan tidur dapat kita amati dari pola tidur yang dilakukakan anak anak dalam kesehariannya. Bila pola tidur tidak menentu itu bisa jadi mereka sedang mengalami gangguan tidur.

                Dampak gangguan tidur sangat beragam, menyebabkan anak malas bergerak, malas bersosialiasi, emosinya tidak menentu, berat badan turun, tugas tugas terbengkalai dan bahkan kegiatan belajar menjadi terganggung. Hal ini dikarenakan menurunnya konsentrasi anak akibat mengantuk dan tertidur saat proses belajar.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi pada anak anak?

Pada kasus ini kita akan membahas ganggungan tidur yang disebabkan oleh obat obatan. Kebiasaan oknum pengasuh dirumah saat ditinggal orang tua bekerja adalah membersihkan rumah. Agar rumah cepat bersih maka oknum pengasuh ini membuatkan susu dengan menambahkan obat antimo didalamnya. Jadi saat anak sedang bermain main kesana kemari sehingga membuat rumah kotor maka oknum pengasuh ini memberika susu tersebut agar anak segera tertidur. Bila anak tertidur lelap maka pengasuh bisa membersihkan ruangan dan menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cepat. Perilaku oknum pengasuh ini diketahui orang tua saat anak sudah berusia lima tahun, sehingga berdampak pada pola tidurnya.

Setiap kesekolah, anak ini seringkali tertidur saat jam jam pelajaran. Lebih parah lagi tertidurnya hingga jam pulang sekolah.

Kejadian ini berlangsung hingga sekolah dasar kelas tiga. Guru yang melihat kejadian ini kemudian memberikan informasi kepada orang tua. Kemudian tim psikolog sekolah melakuka observasi terhadap perilaku tersebut. Setelah melakukan observasi selama sebulan dihasilkan suatu kesimpulan bahwa anak ini mengalami gangguan tidur karena kebiasaan waktu kecil meminum obat antimo.

Setelah kesimpulan disampaikan kepada orang tua dan keluarga setuju dilakukan treatment terhadap kondisi anak tersebut. Maka dalam treatment anak diberikan perlakuan saat muncul kebiasaan tidurnya. Bila pada jam sebelum istirahat mulai mengantuk ingin tidur maka anak diberikan air untuk mencuci muka. Bila masih mengantuk maka anak segera dimandikan sampai rasa mengantuknya hilang.

Treatment dengan menggunanakan air untuk mandi ini dilakukan selama beberapa bulan. Mulai dari seminggu sekali, kemudian seminggu dua kali, seminggu tiga kali hingga seminggu enam kali.

Terament ini ditambah jumlahnya hingga kebiasaan tidur anak tersebut hilang dan kembali normal. Treatment mulai diturun menjadi seminggu lima kali, seminggu empat kali hingga seminggu satu kali dan tidak sama sekali. Alhamdulillah model treatment menggunakan air ini bisa berhasil dengan kerjasama pihak orang tua, guru dan sekolah.

Next articleJangan Panik, Berikut 8 Cara Membantu Anak Menyelesaikan Peristiwa Traumatis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here