Home Uncategorized Generasi Zero Alpha Yang Rapuh

Generasi Zero Alpha Yang Rapuh

582
0

Generasi anak manusia terus berkembang mengikuti perubahan yang terjadi pada masanya. Perubahan perkembangan manusia dimulai dari hal kecil hingga hal yang besar. Mulai hal yang sederhana hingga hal yang komplek. Namun manusia masih tetap berpijak pada bumi yang sama dan berteduh dilangit yang sama. Ada kemungkinan bahwa generasi mendatang tidak hidup di bumi lagi. Melainkan mereka tinggal didunia lain atau planet yang berbeda. Generasi hari ini kita menyebutnya dengan istilah generasi Z.

Apa Yang Dimaksud Dengan Generasi Z?

Generasi Z (Gen Z) atau disebut  i-Gen adalah generasi yang hidup bersama dengan lahirnya era internet. Untuk menjalani kebutuhan hidup sehari hari manusia tidak bisa lepas berinterakasi dengan internet. Mulai dari bangun tidur, makan, minum, berolahraga, bekerja, berlibur, belajar, hingga tidur kembali semuanya membutuhkan internet. Anak anak generasi Z belajar bermain hingga berinteraksi sangat membutuhkan teknologi internet.

Kemampuan anak gen Z menjadi sangat mahir pada penggunaan informasi dan teknologi. Mereka tumbuh berkembang sangat cepat didunia internet. Mereka juga sangat ahli bersencar dalam dunia maya.

Ketika belajar bersama internet kemampuan anak anak Gen Z sangat luar biasa. Mereka sangat cepat menyerap informasi terbaru kemudian meresponnya juga dengan cepat. Anak anak Gen Z hidup didunia maya dengan kecepatan sangat luar biasa.

Apa Yang Dimaksud Dengan Generasi Alpha?

Generasi selajutnya yang lebih hebat lagi adalah generasi alpha.

Generasi Alpha adalah generasi pertama yang lahir dalam dunia baru yang disebut dunia digital.

Generasi ini sangat dekat, akrab dan intens dengan teknologi digital. Walaupun begitu, ternyata generasi alpha ini tidak terlalu kecanduan dengan teknologi, tidak seperti orang tua mereka (generasi milenial) yang sangat ketergantungan dengan teknologi digital.

Apa ciri khas generasi Alfa?

Ciri generasi Alpha adalah mereka hidup bersama tidak hanya bersama Ayah, ibu dan saudara. Namun mereka juga hidup bersama Siri, Alexa dan Google Assistance dalam aktifitas sehari hari. Artifical  Intellegante (AI) hadir dalam realita kehidupan anak manusia sebagai anggota keluarga baru. AI mendominasi realita dari bagian alami dari kehidupan generasi Alpha. Ini juga akan menyebabkan mereka melihat dunia dengan lautan informasi yang hadir setiap detiknya.

Mereka belajar dengan sangat individu. Generasi Alpha memiliki akses langsung ke informasi yang membuat belajar atau model pembelajaran lama menjadi sangat tertinggal.

Anak Gen A belajar dengan kecepatan infromasi dari pengalaman belajar bersama Siri, Alexa dan Google Assistance atau Artifical  Intellegante (AI).

Dunia maya atau media sosial menjadi tempat mereka berinteraksi. Mereka akan berinteraksi dengan teman bermain tidak secara langsung. Mereka bermain melalui game online, media sosial yang terkoneksi sepanjang hari. Itu juga membawa serta kekhawatiran tentang privasi dan intimidasi online. Interaksi sosial sangat bergantung pada kecepatan internet secara online.

Bagaimana Orang Tua Menghadapi Generasi Zero Alpha?

Penuhi kebutuhan hidup anak Gen Zero Alpha dengan kehidupan nyata. Kehidupan mereka di dunia maya, dunia internet, dunia digital, atau dunia Artifical  Intellegante (AI) memang sangat hebat.

Namun segala bentuk kehebatan mereka akan hancur saat berinteraksi dengan dunia nyata.

Dunia nyata yang sangat komplek menghadirkan perilaku manusia yang tidak pernah mereka jumpai. Membuat anak generasi Z-Aplha akan tidak berdaya. mereka tidak kuat, bingung, dan rapuh untuk merespon perilaku manusia yang jarang mereka jumpai.

Ketika mereka berlomba E Sport futsal anak Gen Z Alpha akan terlihat tangguh. Namun saat mereka bertemu secara bertanding langsung dilapangan futsal. Kecepatan Gen Z akan berubah menjadi Zero (0) tidak bisa berbuat banyak. Begitu pula dengan Kehebatan Generasi Alpha akan berubah menjadi gelombang Alpha. Gelombang otak manusia yang sedang melamun, termenung, terpaku bagaimana merepon perilaku dilapangan futsal. Begitu pula saat mereka berkompetisi dalam kegiatan belajar. Saat ujian online berlangsung, Gen Z Alpha sangat mendominasi dengan nilai sempurna 100%. Namun saat ujian dilaksanakan secara offline, nilai mereka akan terjun bebas tanpa parasut.

Karena itu sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk mendidik dan mengajarkan anak kita untuk belajar bertemu dengan kumpulan perilaku manusia yang sesungguhnya. Tidak hanya belajar bertemu dengan kumpulan informasi, gambar dan suara.

Anak terlatih merespon perilaku dengan sikap akhlaq terbaik. Kuat secara mental dan spiritual.

Previous articleGejala Kena Mental Pada Anak
Next articleHidup Bersama Anak ADHD yang Memiliki Kecerdasan Visual Superior

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here