Home Uncategorized Childfree, Genosida Gaya Baru

Childfree, Genosida Gaya Baru

761
0

Childfree menurut Wikipedia adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat. Bagi kebanyakan masyarakat dan dalam sejarah manusia pada umumnya, keputusan untuk menjadi childfree sangatlah sulit dan tidak diharapkan. Ketersediaan alat kontrasepsi yang tepercaya sejalan dengan persiapan matang untuk kehidupan pada hari tua membuat childfree menjadi pilihan di berbagai negara maju meskipun keputusan ini mendapatkan penilaian negatif bagi sebagian masyarakat.

Childfree Genosida

Genosida adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau sekelompok suku bangsa dengan maksud memusnahkan (atau membuat punah) bangsa tersebut. Lalu apa hubungannya Childfree dengan Genosida?

Jadi Childfree itu juga termasuk peperangan psikologis yang dampak akhirnya dapat menyebabkan kepunahan populasi manusia karena pembantaian cara berfikir yang sesat (Genosida) terhadap keluarga zaman now. Jika ini terus menerus belanjut tanpa adanya rasa sadar diri bahwa salah satu ciri makhluk hidup yaitu berkembang biak atau memperbanyak keturunan

Childfree Aliran Baru Parenting

Bagi keluarga baru childfree sepertinya adalah solusi tepat bagi pasangan dengan intensitas pekerjaan dan jadwal yang padat dan waktu yang sangat terbatas. Setiap hari disibukkan dengan rutinitas yang sangat beragam mengaktifkan dua puluh empat jam untuk pekerjaan dan yang tersissa hanya beberapa jam saja untuk beristirahat. Kegiatan seorang ayah dan ibu yang punya mobilitas tinggi sangat merasa cocok dengan model parenting kekinian ini. Tanpa perlu ada beban anak dalam merawatnya, keluarga childfree bebas untuk memilih hidup dengan kehidupan yang tidak repot dan terganggung dengan adanya anak. Bila mereka suatu hari merasa butuh dan perlu kehadiran anak, maka cukup dengan mengadopsi anak dan merawat di tempat penitipan anak atau childcare. Dengan model baru parenting ini, keluarga jaman now merasa update dan juga memiliki prestise ketika masuk dalam komunitasnya.

Bila kita mau membaca sejarah bagaimana lahirnya aliran childfree ini, tentunya tidak ada hal yang baru. Penggunaan istilah Childfree untuk menyebut orang-orang yang memilih untuk tidak memiliki anak ini mulai muncul di akhir abad 20. Dinegara dicetuskannya aliran inipun saat ini sudah mulai ditinggalkan karena kenyataan bukan kebebasan dan kesenangan yang mereka dapatkan. Tetapi berujung pada kesedihan dan kesepihan, tidak hanya itu saja, Negara Negara postmodern juga mengalami dampak yang menakutkan dengan menurunya jumlah populasi dinegaranya. Karena jumlah orang meninggal akbiat bunuh diri meningkat sedangkan jumlah kelahiran menurun sangat drastic. Saking paniknya Negara sampai memberikan himbauan kepada warganya yang mau berkeluarga dan memiliki anak akan diberikan fasilitas yang mendukung keluarga tersebut. Sayangnya pasangan muda mudi sudah terlanjur merasa nyaman hidup dengan dirinya sendiri dan merasa bahagian dengan kebebasan hidup tanpa beban anak.

Turunan berikutnya dari aliran childfree akan muncul aliran baru yang juga katanya modern. Kita bisa sebut aliran ini dengan istilah motherfree atau fatherfree. Aliran ini juga menggaungkan kebebasan dalam hidup berkeluarga, tidak perlu punya suami bila ingin punya anak seorang perempuan cukup dengan meminta ke donor sperma agar dirinya bisa hamil dan memiliki anak. Pun sebaliknya seorang laki laki yang ingin punya anak namun tidak ingin punya istri cukup dengan menyewa seorang perempuan untuk bisa hamil dan mengandung anaknya. Dan masih banyak lagi turunan paham dari aliran childfree ini.

Sebagai keluarga baru pilihan ada ditangan kita masing masing. Selama kita mau menggunakan akall sehat kita, untuk memiliki keluarga yang bahagia dan harmonis tentu jawabannya sangat sederhana dan mudah. Jalankan fitrah kita sebagai manusia dengan berpedoman pada keyakinan agama kita masing masing. Bila sesuatu itu keluar dari fitrahnya dan manusia keluar dari nilai kemanusiaannya maka yang terjadi adalah kehancuran bagi manusia itu sendiri. Namun bila kita setia pada fitrah sebagai mahluk terbaik dibumi ini tentunya kita tidak akan mau coba coba hal konyol yang merugikan diri kita sendiri. Nasihat terbaik untuk keluarga baru adalah belajar dari ayah ibu kita atau kakek nenek kita yang sudah puluhan tahun sukses dan punya pengalaman yang dalam merawat keluarga yang luarbiasa sehingga bisa melahirkan generasi generasi hebat seperti kita yang hidup pada hari ini. Sering kita merasa hebat dan mampu menyelesaikan semuanya, padahal kemampuan tersebut adalah buah dari proses kedua orang tua kita menjaga generasi ini untuk selalu diteruskan dengan melahirkan generasi generasi sholeh dan sholihah yang mampu memimpin dunia dan menjaganya hingga akhir khidupan ini, InsyaAllah.

Previous articleCauses of Language Disorders in Children and How to Overcome It
Next articleDampak Berteman Dengan Tiktok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here